Ingatkan Bahaya Polusi, Mahasiswa Udinus Ciptakan Alat Filter Udara

Kompas.com - 19/07/2017, 07:57 WIB
Alat Filter Udara Teruji (Fuji) karya lima mahasiswa Udinus Semarang. Alat itu bisa mendeteksi dan mengubah polusi udara dari suatu tempat. Foto Dok. Humas Udinus SemarangAlat Filter Udara Teruji (Fuji) karya lima mahasiswa Udinus Semarang. Alat itu bisa mendeteksi dan mengubah polusi udara dari suatu tempat.
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Lima orang mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro Semarang berhasil menciptakan satu alat khusus untuk mendeteksi tingkat polusi udara.

Alat kreasi lima mahasiswa Udinus itu dinamakan Filter Udara Teruji (Fuji). Lima mahasiswa ini yaitu Rizki Nur sebagai ketua, dengan empat anggota, yaitu Angga Indrias, Hawari, Adib Nur, dan Zakiy Anwar.

Hasil kreasinya itu diusulkan dalam Program Kreavititas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKMT).

Baca juga: Mahasiswa Unibraw Ciptakan Alat "Pencubit" Bokong Pengendara Saat Ngantuk

Rizky mengatakan, alat Fuji buatannya dapat mendeteksi berapa bahayanya polusi udara di suatu kawasan. Bahaya polusi udara dari sampah, misalnya, bisa dideteksi dari alat tersebut.

Temuan alat itu bermula dari keprihatian atas masalah pengelolaan sampah. Dia menilai, mereka yang bergelut dalam kegiatan daur ulang sampah berisiko mengisap gas polutan yang berbahaya bagi kesehatan.

Rizky dan teman-temannya juga mendorong agar mereka yang bergelut dalam bidang sampah agar memperhatikan kesehatan dengan mencegah zat kimia dari sampah terhirup.

“Alat kami bisa memberitahu agar lebih memperhatikan gas berbahaya,” kata Rizky, Rabu (19/7/2017).

Fuji juga didesain dapat digunakan di skala industri kecil, di antaranya pengusaha pembuatan plakat, penyepuhan emas dan platina, elektronik, industri baja, pemurnian logam, perajin barang logam perusahaan obat, pestisida dan pengusaha serupa.

Rizky mengatakan, komponen alat Fuji yang utama berada di reaktornya yang menggunakan plasma non thermal. Fuji bekerja dengan memecah ion berbahaya pada gas beracun menjadi ion kecil yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

Meski tengah dilombakan, alat Fuji telah digunakan di sejumlah perusahaan skala kecil. Hasil Fuji di perusahaan CV Nusantara Recycling Center (NRC) dinilai berhasil dengan baik.

“Kami berharap dapat terus digunakan serta ditularkan pada industri kecil yang lain. Kami ingin agar Fuji ini dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: Mahasiswa Unibraw Buat Alat Terapi Kanker Payudara dari Buah Ciplukan

Sari Ayu Wulandari, dosen pembimbing tim Fuji menambahkan, alat filter yang disusun mahasiswannya dapat berfungsi sebagai alat peringatan. Dengan tambahan fungsi itu, maka kegunaan alat itu menjadi lebih berguna.

“Kalau ada sistem warning, maka jika udara di dalam ruangan tidak sesuai dengan Baku Mutu Udara Nasional, maka Fuji akan memperingatkannya,” imbuhnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Kasus Warga Jakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hotel Cianjur

4 Fakta Kasus Warga Jakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hotel Cianjur

Regional
Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Regional
Diperkosa Kakak Kandung hingga Hamil, Remaja 13 Tahun Juga Jadi Korban Perundungan Warga

Diperkosa Kakak Kandung hingga Hamil, Remaja 13 Tahun Juga Jadi Korban Perundungan Warga

Regional
Pelajar SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK DPRD Gresik

Pelajar SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK DPRD Gresik

Regional
Mengaku Khilaf Saat Diamankan, 10 Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Diberi Bimbingan Ustaz

Mengaku Khilaf Saat Diamankan, 10 Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Diberi Bimbingan Ustaz

Regional
Ketika Akademi TNI 'Keukeuh' Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Ketika Akademi TNI "Keukeuh" Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Regional
Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

Regional
PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

Regional
'Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri'

"Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri"

Regional
Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Regional
Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Regional
'Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter'

"Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter"

Regional
Fakta Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Korban Keguguran

Fakta Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Korban Keguguran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X