Kompas.com - 18/07/2017, 17:23 WIB
Kepala Devisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah (Kanwil) Sulsel, Jauhar Pardin memperlihatkan foto tahanan kabur dari Rutan Klas 1 Makassar. KOMPAS.com/Hendra CiptoKepala Devisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah (Kanwil) Sulsel, Jauhar Pardin memperlihatkan foto tahanan kabur dari Rutan Klas 1 Makassar.
|
EditorErlangga Djumena

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang tahanan kasus narkoba, Sahrul Daeng Nojeng alias Buser warga Jl Maddukelleng Buntu kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Makassar setelah dibantu istrinya dan seorang tukang becak motor (Bentor), Selasa (18/7/2017).

Sahrul kabur setelah lolos dari penjagaan dengan menggunakan ID card pembesuk.

Kepala Devisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah (Kanwil) Sulsel, Jauhar Pardin yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kaburnya tahanan baru diketahui siang harinya.

"Jadi tahanan narkoba yang sudah tiga bulan ditahan itu berhasil kabur bersama istrinya. Sedangkan, tukang bentor masih tertahan di dalam Rutan dan saya perintahkan serahkan ke aparat kepolisian," ucapnya.

Saat ini sebut dia, petugas rutan dibantu aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap tahanan kabur.

"Untuk proses hukum terhadap tukang bentor yang membantu kaburnya tahanan, kita serahkan ke aparat kepolisian," katanya.

Baca juga: Tak Tahan Kabur Terus, Buronan Telepon Minta Polisi Datang Menjemput

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jauhar mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terhadap kaburnya tahanan tersebut.

"Modus pakai ID card ini pertama kali terjadi di Indonesia. Saya tidak menyangka, tahanan bisa kabur melalui beberapa pintu penjagaan. Jelas ini sudah kelalaian dan akan kita tindak petugasnya. Apalagi, selama Ka Rutannya Suryanto sudah 3 kali peristiwa tahanan kabur. Kasus ini kita akan investigasi," katanya.

Kaburnya Sahrul ini, bermula ketika istrinya, Irawati menumpangi bentor milik Irfan dari Pasar Pa’baeng-Baeng menuju Rutan Klas I Makassar.

Irawati pun meminta Irfan masuk ke dalam untuk membantu mengangkat barang-barang suaminya berupa kasus dan bantal dengan imbalan sejumlah uang.

Irawati dan Irfan pun berhasil masuk ke dalam Rutan dengan di pemasangan ID card pembesuk, pada pukul 09.45 Wita.

Setelah Irawati bertemu dengan suaminya, Buser yang ditahan, ID card pembesuk Irfan pun diambilnya. Akhirnya, Buser dan istrinya Irawati keluar dari Rutan dengan berbekal Id card pembesuk pada pukul 10.15 Wita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X