Penetapan Setya Novanto Jadi Tersangka Bukti KPK Tidak Tertekan Hak Angket DPR

Kompas.com - 18/07/2017, 15:46 WIB
Sejumlah tokoh masyarakat, lembaga kemahasiswaan, pusat studi, tokoh agama, dan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogyakarta menggelar deklarasi di kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta,  Jalan MT Haryono, Kota Yogyakarta, Selasa (18/7/2017). Dok Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi YogyakartaSejumlah tokoh masyarakat, lembaga kemahasiswaan, pusat studi, tokoh agama, dan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogyakarta menggelar deklarasi di kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta, Jalan MT Haryono, Kota Yogyakarta, Selasa (18/7/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Malik Madani mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Setyo Novanto sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi e-KTP.

Menurutnya, penetapan tersangka itu menunjukkan KPK tidak berada di bawah tekanan hak angket DPR.

"Setelah ditakut-takuti dengan hak angket, ternyata tidak ciut nyali dan semakin berani menetapkan pucuk pimpinan tertinggi dari DPR yang memiliki pansus hak angket," kata Malik seusai mengikuti deklarasi menolak hak angket KPK di kantor PWNU DIY, Jalan MT Haryono, Kota Yogyakarta, Selasa (18/7/2017).

Malik meyakini, penetapan status hukum itu juga sebagai pembelajaran kepada anggota DPR lainnya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Sebab pada kenyataannya masih ada oknum wakil rakyat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi sampai saat ini.

(Baca juga: Masyarakat Yogyakarta Minta KPK Tidak Ciut)

"Penetapan itu memang bisa memperuncing perseteruan antara KPK dan DPR. tapi ada juga kemungkinan yang lain, bisa jadi momentum menyadarkan wakil di DPR bahwa ternyata kebusukan di DPR itu masih ada," ujar Malik.

Dikatakan Malik, keberanian KPK menetapkan pucuk pimpinan DPR sebagai tersangka kasus korusi e-KTP juga harus dilakukan, terutama dalam menangani kasus korupsi lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, KPK jangan sampai merasa takut dan berdiri sendiri dalam menghadapi persoalan yang bakal dihadapi setiap menangani kasus korupsi.

"Di tengah hak angket sampai panitia khusus sudah dibentuk dan sudah melakukan tugasnya menurut mereka, tapi ternyata masih berani menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka, ini luar biasa dan ini keberanian harus dipelihara dan KPK harus tetap berada di jalannya," tuturnya.

(Baca juga: Kasus E-KTP, Pansus Angket KPK, dan Setya Novanto Tersangka...)

Malik menegaskan, dirinya menolak hak angket DPR terhadap KPK dengan mengikuti deklarasi di kantor PWNU. Menurutnya, deklarasi itu sebagai dukungan moril untuk komisi antirasuah agar nyalinya tidak ciut dalam menghadapi berbagai upaya yang ingin melemahkannya.

"Semua orang tahu, KPK ini lembaga yang membanggakan dalam memberantas korupsi. Maka kalau ada upaya melemahkan, kita ada kewajiban moril untuk memberikan kekuatan moril melalui dukungan. Kegiatan ini juga untuk mengingatkan KPK tidak berjuang sendiri," ujar Malik. 

Kompas TV Pernyataan Pansus Angket dan MA Soal Safari Konstitusi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.