Tolak Pembangkit Listrik Panas Bumi, Massa Duduki Gedung DPRD Banyumas

Kompas.com - 18/07/2017, 15:16 WIB
Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Slamet (ASS) hingga Selasa (18/7/2017) siang telah menduduki ruang paripurna DPRD Banyumas, Jawa Tengah. KOMPAS.com/Iqbal FahmiRatusan orang dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Slamet (ASS) hingga Selasa (18/7/2017) siang telah menduduki ruang paripurna DPRD Banyumas, Jawa Tengah.
|
EditorErlangga Djumena

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Slamet (ASS) Selasa (18/7/2017) siang menduduki ruang paripurna DPRD Banyumas, Jawa Tengah.

Mereka menunggu jawaban Bupati Banyumas Achmad Husein agar mengeluarkan surat rekomendasi pencabutan izin PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE) kepada instansi pemerintah terkait.

Massa menilai PT SAE sebagai pelaksana mega-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden telah menimbulkan kerusakan di areal hutan lindung Gunung Slamet.

Dalam pantauan Kompas.com, sekitar pukul 11.00 WIB, Bupati Husein sempat menemui para demonstran untuk menanggapi tuntutan mereka. Meski demikian, masa belum puas dengan jawaban bupati yang dianggap tidak tegas dan sempat terpotong karena adanya agenda lain yang harus dihadiri bupati.


Dalam pertemuan yang singkat itu, Husein menyebutkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait dengan proyek pembangunan PLTPB Baturraden.

"Saya tidak mempunyai kewenangan, pusat yang memberikan izin dan semua urusan tambang itu Pemprov Jateng. Semua tuntutan harus didasari dengan kajian teknis dan jelas dan terukur," ucap Husein.

Baca juga: Tahun 2025, Panas Bumi Targetkan Sumbang Listrik hingga 7.200 MW

Massa mengancam akan terus menduduki gedung DPRD hingga bupati menemui mereka kembali selepas acaranya di Cilongok.

Untuk diketahui, sesuai dengan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (lPPKH) nomor 20/1/lPPKH/PMA/2016 yang diterbitkan pada tanggal 5 Oktober 2016, dalam periode eksplorasi saat ini, PT SAE diperkenankan untuk menggunakan lahan hutan sebesar 488,28 hektar.

Pada rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (2/6/2017), Community Relation PT SAE Riyanto Yusuf menyangkal jika perusahaannya akan membabat 24.660 hektar hutan di lereng Gunung Slamet. Dirinya mengungkapkan, hingga awal Juni 2017, luas lahan hutan yang telah dibuka oleh PT SAE tidak lebih dari 45 hektar.

"Luas lahan 24.660 hektare adalah luas Wilayah Kerja Panas Bumi Baturraden sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1557.K/30/MEM/2010, tapi bukan berarti semua wilayah itu akan kami buka," sebutnya.

Menurut Riyanto, PLTPB diakui oleh seluruh pihak sebagai salah satu pembangkit listrik yang paling ramah lingkungan dan terbarukan. Keberadaan PLTPB juga dirasa sangat mendesak mengingat kebutuhan energi yang semakin besar.

Ia menyebutkan, salah satu elemen penting pada sistem panas bumi adalah harus terjaganya hutan di kawasan pengembangan pembangkit listrik sehingga air hujan dapat menyerap ke dalam tanah demi menjaga kesinambungan pasokan air ke dalam sistem panas bumi.

"Atas dasar ini, tentunya PT SAE berkomitmen melakukan upaya terbaik dalam menjaga hutan di sekitarnya agar tetap lestari sebagai salah satu kunci keberhasilan operasi PLTPB dalam jangka panjang," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pasutri di Riau Bunuh Seorang Nenek karena Kesal Ditagih Utang Rp 200.000

Kronologi Pasutri di Riau Bunuh Seorang Nenek karena Kesal Ditagih Utang Rp 200.000

Regional
Mahfud MD Minta Sekolah Awasi Ketat Kegiatan Ekstrakurikuler

Mahfud MD Minta Sekolah Awasi Ketat Kegiatan Ekstrakurikuler

Regional
Datangi Korban, Mahfud MD Sampaikan Dukacita Pemerintah atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Datangi Korban, Mahfud MD Sampaikan Dukacita Pemerintah atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Regional
Mengaku Bisa Gandakan Uang hingga Rp 20 Miliar, Dukun di Bali Diamankan Polisi

Mengaku Bisa Gandakan Uang hingga Rp 20 Miliar, Dukun di Bali Diamankan Polisi

Regional
Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Basarnas Yogyakarta Ralat Jumlah Korban Tewas Susur Sungai di Sleman

Basarnas Yogyakarta Ralat Jumlah Korban Tewas Susur Sungai di Sleman

Regional
Cerita Bakir Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Teriak Jangan Panik hingga Lempar Akar, 6 Siswa Berhasil Diselamatkan

Cerita Bakir Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Teriak Jangan Panik hingga Lempar Akar, 6 Siswa Berhasil Diselamatkan

Regional
Universitas Andalas Siapkan 1.500 Mahasiswa untuk Kampus Merdeka

Universitas Andalas Siapkan 1.500 Mahasiswa untuk Kampus Merdeka

Regional
Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Regional
2 Tahun Jadi Buronan, Pencuri Oil Boom Pertamina Ditangkap Saat Mabuk

2 Tahun Jadi Buronan, Pencuri Oil Boom Pertamina Ditangkap Saat Mabuk

Regional
Ini Alasan Seorang Istri di Sumbar Bunuh Suami dengan Pisau Dapur

Ini Alasan Seorang Istri di Sumbar Bunuh Suami dengan Pisau Dapur

Regional
Kepala SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tak Mengetahui Adanya Program Susur Sungai Kemarin, Mereka Tidak Laporan

Kepala SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tak Mengetahui Adanya Program Susur Sungai Kemarin, Mereka Tidak Laporan

Regional
Minibus Terguling di Tanjakan hingga Menabrak Rumah

Minibus Terguling di Tanjakan hingga Menabrak Rumah

Regional
'Aku Pegangan Batu tapi Arus Besar, Keseret, Kegulung, Kaki Terjepit'

"Aku Pegangan Batu tapi Arus Besar, Keseret, Kegulung, Kaki Terjepit"

Regional
7 Fakta Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, 8 Tewas, 1 Hilang, Gubernur Minta Pihak Sekolah Bertanggung Jawab

7 Fakta Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, 8 Tewas, 1 Hilang, Gubernur Minta Pihak Sekolah Bertanggung Jawab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X