Kapal Karam di Laut Jawa, Dua ABK Selamat Setelah Berenang 32 Mil

Kompas.com - 17/07/2017, 15:57 WIB
Evakuasi Haerudin, nakhoda KLM Karya Bersama yang karam di Laut Jawa, selatan Kalimantan Tengah, Sabtu (15/7/2017). Evakuasi ke darat ini baru berhasil pada Senin (17/72017) pagi Dokumen Polres SeruyanEvakuasi Haerudin, nakhoda KLM Karya Bersama yang karam di Laut Jawa, selatan Kalimantan Tengah, Sabtu (15/7/2017). Evakuasi ke darat ini baru berhasil pada Senin (17/72017) pagi
|
EditorErlangga Djumena

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Sebanyak dua awak Kapal Layar Motor (KLM) Karya Bersama yang karam di Laut Jawa, 8 mil dari pantai Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah selamat setelah berenang sejauh 32 mil.

Mereka adalah Haerudin (41) nakhoda kapal itu dan Safrul Gunawan (18) anak buah kapal (ABK). Keduanya sudah berhasil dievakuasi ke daratan pada Senin (17/7/2017) pukul 09.00 WIB.

Haerudin dan Safrul meninggalkan kapalnya yang karam pada Sabtu (15/7/2017) dengan pelampung. Setelah sempat terkatung-katung di lautan hingga malam hari, keduanya berenang ke arah laut yang lebih jauh dari pantai untuk mendapatkan pertolongan dari nelayan khusus cumi-cumi.

"Jadi sebenarnya dia dari lokasi 8 mil, menyelamatkan diri berenang menuju kapal penangkap cumi sejauh 32 mil menurut keterangan mereka. Setelah itu kapal cumi mengontak kita," kata Kapolres Seruyan, AKBP Nandang Mukmin melalui sambungan telepon dari Kuala Pembuang, ibu kota Kabupaten Seruyan, Senin (17/7/2017) siang.

Baca juga: Kapal Pengangkut Material dan Sembako Diduga Karam di Perairan Seruyan

Nandang mengatakan, evakuasi menjadi lama karena tingginya ombak. Kapal-kapal tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, TNI, BPBD, dan masyarakat kesulitan menjangkau lokasi Kapal Voule Puna, milik masyarakat yang terlebih dahulu berhasil mengevakuasi keduannya dari kapal penangkap cumi itu.

"Dari mulai sore Sabtu, Minggu, tadi malam juga enggak reda. Baru sekitar jam 6 Senin (17/7/2017) kita merapat ke kapal yang sudah kita kirim dari pihak masyarakat (Kapal Voule Puna) untuk menjemput dia dari kapal cumi. Jadi ketemu di perairan sekitar 4 mil dengan kapal itu," ucap Nandang.

Ia menyebutkan, kondisi keduanya tidak mengalami luka. Namun mereka masih harus dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang karena belum bisa jalan. Kaki mereka keram akibat lama berenang di laut.

Sementara itu, nasib kedua awak kapal lainnya, yaitu Hasan Basri (50) dan Arfah (51) belum diketahui.

Baca juga: Kapal Pengangkut Sembako Karam, Dua ABK Ditemukan di Laut Jawa

Menurut Nandang, berdasarkan keterangan dari Haerudin dan Safrul, saat keduanya memutuskan berenang meninggalkan kapal yang hampir karam, Hasan dan Arfah masih di kapal.

"Memang pada saat dia mau mengajak (berenang), dua orang lainnya sudah pasrah. Tidak ikut. Waktu itu yang berdua tetap tinggal di TKP 8 mil. Karena sudah capai, faktor usia kali," ujar dia,

Kapolres Seruyan ini memastikan pencarian dua awak kapal berbahan kayu pengangkut sembako dan bahan material ini, masih terus dilakukan.

"Kita belum memutuskan berhenti, Kita masih upaya, siaga, menggali informasi maupun patroli penyisiran, sampai kita evaluasi nanti," sebutnya.

Informasi awal tenggelamnya kapal berbobot 32 ton ini berasal dari istri nakhodanya, Dawiyah yang mendapat kabar via telepon saat kapal sudah berada di 8 mil dari pantai.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Regional
Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Regional
Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Regional
Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Regional
Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Regional
Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Regional
Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X