Warga Eks Timtim Duduki Kantor Gubernur NTT Tuntut Sertifikat Tanah - Kompas.com

Warga Eks Timtim Duduki Kantor Gubernur NTT Tuntut Sertifikat Tanah

Kompas.com - 17/07/2017, 10:50 WIB
Warga dan pelajar eks Timor Timur menggelar aksi di halaman kantor Gubernur NTTKompas. com/Sigiranus Marutho Bere Warga dan pelajar eks Timor Timur menggelar aksi di halaman kantor Gubernur NTT

KUPANG, KOMPAS.com - Puluhan warga eks Timor-timur (Timtim) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/7/2017).

Mereka berunjuk rasa didampingi sejumlah organisasi kepemudaan di wilayah itu, di antaranya Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) NTT, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah NTT dan Kota Kupang, Pemuda Oebelo Peduli Rakyat Tertindas (Porprater) Oebelo dan Keluarga Besar Lospalos Lokasi Atas Oebelo.

Dalam aksi itu, mereka mendesak pemerintah NTT untuk segera membantu mengeluarkan sertifikat tanah bagi 52 kepala keluarga (KK) warga eks Timor-timur (Timtim) yang bermukim di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Baca juga: Diselidiki, Dugaan Korupsi Bantuan Rumah bagi Warga Eks Timtim

Koordinator Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) NTT, Gecio Assale Viana dalam orasinya mengatakan, pihaknya mengecam tindakan pembiaran yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT terhadap persoalan kepastian hukum hak atas tanah (sertifikat) bagi 52 KK WNI eks Timtim itu.

"Kita juga menuntut pemerintah Provinsi NTT untuk segera memberikan kepastian hukum hak atas tanah (sertifikat) bagi 52 warga eks Timtim," tegas Gecio.

Menurut Gecio, tanah seluas tiga hektar yang telah didiami selama 14 tahun (sejak tahun 2003) oleh 52 KK WNI eks Timor-timur ini merupakan relokasi yang diadakan oleh pemerintah Provinsi NTT (PU Bidang Cipta Karya), dengan dukungan hibah pemerintah Jepang senilai Rp 53 miliar.

Mestinya, lanjut Gecio, pemerintah membagikan sertifikat tanah dengan ukuran 20X25 meter bagi setiap kepala keluarga. Namun kenyataannya, hal itu tidak dijalankan oleh pemerintah hingga saat ini.

Untuk memperjuangkan hak-hak warga eks Timtim itu, pihaknya sudah melakukan pertemuan sebanyak tujuh kali dari tahun 2015-2017, dengan Pemerintah Kabupaten Kupang dan Provinsi NTT, namun tetap saja membuahkan hasil.

Baca juga: Bertemu Jokowi, Warga Eks Timtim Curhat Tak Punya Rumah dan Tanah

Berdasarkan pantauan Kompas.com, 20 orang perwakilan pengunjuk rasa dipersilakan masuk ke kantor Gubernur NTT dan bertemu dengan Asisten 1 Setda NTT Mikael Fernandes.

Hingga berita ini ditulis, dialog masih berlangsung dan aksi massa masih berjalan di halaman kantor Gubernur NTT.

Kompas TV Pantai di Perbatasan RI-Timor Leste Ini Tak Kalah Mempesona


Komentar

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional

Close Ads X