Lemas dan Kedinginan, 5 Pendaki Asal Bandung Dievakuasi dari Gunung Gandang Dewata - Kompas.com

Lemas dan Kedinginan, 5 Pendaki Asal Bandung Dievakuasi dari Gunung Gandang Dewata

Kompas.com - 17/07/2017, 09:54 WIB
Lima pendaki asal Bandung, Jawa Barat, dievakuasi dari Gunung Gandang Dewata, Mamasa, Sulawesi Barat, Minggu (16/7/2017).KOMPAS.com/ Junaedi Lima pendaki asal Bandung, Jawa Barat, dievakuasi dari Gunung Gandang Dewata, Mamasa, Sulawesi Barat, Minggu (16/7/2017).

MAMASA, KOMPAS.com - Lima pendaki asal Bandung, Jawa Barat, ditemukan di Gunung Gandang Dewata, Mamasa, Sulawesi Barat, dalam kondisi lemas, kedinginan dan kakinya mengalami infeksi, Minggu (16/7/2017) kemarin.

Empat pendaki tersebut di antaranya adalah siswa SMA 5 Bandung dan seorang lainnya adalah mahasiswa Universitas Padjajaran Bandung.

Mereka antara lain Ramzy (17), ketua rombongan yang juga tercatat sebagai siswa kelas 3 SMA 5 Bandung (laki-laki); Rayhan (16) kelas 2 SMA 5 Bandung (laki-laki); Argya (16) kelas 3 SMA 5 Bandung (perempuan); Bunga (16) kelas 3 SMA 5 Bandung (perempuan) serta Naufal (19), mahasiswa semester 3 Universitas Padjajaran Bandung (laki-laki).

Baca juga: Viral, Kisah Heroik Pendaki Asal Papua Gendong Korban Terjatuh di Gunung Slamet

Korban diduga kelelahan lantaran sejak berangkat 5 Juli lalu melalui jalur Mamuju terus diguyur hujan deras hingga kelimanya basah kuyup. Dua pendaki yang naas itu adalah perempuan.

Setelah gagal mencapai puncak Gunung Gandang Dewata setinggi lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut tersebut, mereka dievakuasi dengan ditandu menggunakan kayu dan sarung.

Kondisi medan yang terjal dan licin akibat diguyur hujan deras membuat proses evakuasi korban berjalan lambat.

Korban ditandu perlahan-lahan sambil menyesuaikan kemiringan gunung agar para korban tidak terjatuh selama proses evakuasi.

Proses evakuasi dilakukan oleh Kelompok Pencinta Alam (KPA) Quarles Mamasa, warga dan aparat kepolisian.

“Saat pertama kami temukan beberapa di antaranya sedang menggigil kedinginan dan tubuhnya dalam keadaan lemas," kata Yopie dari KPA Quarles Mamasa.

Ketua rombongan pendaki, Ramzy (17), mengatakan mereka bertahan di Pos 2 Gunung Gandang Dewata, tempat pertama mereka ditemukan tim pencari.

Sebagian dari mereka tidak bisa lagi berjalan karena kakinya terkelupas dan mengalami infeksi akibat sepatu yang lembab terkena air.

“Kalau soal ransum kami masih tersedia. Yang menjadi kendala karena beberapa teman tidak bisa lagi berjalan karena kaki bengkak dan terkelupas akibat hujan yang selalu membahasi sepatu," kata Ramzy dari Perhimpunan Pencinta Alam Sadaguri SMA 5 Bandung.

Saat ini, mereka sedang dirawat dan beristirahat di Rumah Sakit Bunua Mamase, Kabupaten Mamasa. Kondisi kelimanya mulai membaik setelah mendapatkan perawatan dari dokter rumah sakit. Namun satu di antaranya masih terbaring dan diinfus karena mengalami dehidrasi.

Gunung Gandang Dewata adalah salah satu gunung tertinggi di Sulawesi dengan ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut. Gunung ini dianggap keramat oleh masyarakat setempat.

Baca juga: Satu Pendaki Asal Tegal Terjatuh ke Jurang di Batu Merah Gunung Slamet

Sebelumnya, sejumlah pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang hendak mendaki puncak Gunung Gandang Dewata gagal karena mengalami kedinginan dan kehabisan stok makanan atau ransum. Mereka terpaksa dievakuasi petugas pencinta alam dan kepolisan bersama warga.

Bahkan dua anggota TNI yang hendak menaklukkan ketinggian Gunung Gandang Dewaata yang terkenal suhunya sangat dingin ini ditemukan tewas oleh tim penyelamat. Keduanya diduga meninggal karena kedingian dan kehabisan stok makanan selama proses pendakian.


EditorFarid Assifa

Close Ads X