Kompas.com - 16/07/2017, 22:14 WIB
Seorang anak membawa tanaman hidroponik yang dibuatnya dalam pelatihan hidroponik di Ruang Kreativitas Anak Tanah Ombak, Kampung Purus, Padang, Sumatera Barat, Minggu (16/7/2017). KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi BempahSeorang anak membawa tanaman hidroponik yang dibuatnya dalam pelatihan hidroponik di Ruang Kreativitas Anak Tanah Ombak, Kampung Purus, Padang, Sumatera Barat, Minggu (16/7/2017).
|
EditorAmir Sodikin

PADANG, KOMPAS.com - Minggu (16/7/2017) pagi, puluhan anak-anak yang tinggal di pesisir Pantai Padang, Kampung Purus, Padang Barat, Sumatera Barat, satu per satu mulai berdatangan ke Ruang Kreativitas Anak Tanah Ombak.

Aktivitas di Tanah Ombak hari itu diisi dengan kegiatan pelatihan teknik hidroponik sederhana dengan memanfaatkan pupuk kompos dari ganggang cokelat. Bagi anak-anak di Tanah Ombak, hal ini merupakan pengalaman pertama mereka.

Sungguh terpancar keceriaan di raut wajah mereka. Meski di bawah terik sinar matahari, anak-anak terus memperhatikan arahan yang diberikan kelompok dosen biologi dari Universitas Negeri Padang (UNP).

Ketua Pengabdian Ilmu Pengetahuan Bagi Masyarakat Universitas Negeri Padang Dwi Hilda Putri mengatakan, kegiatan tersebut adalah bentuk pengabdian dosen-dosen UNP kepada masyarakat sekitar.

 

Baca juga: Mahasiswa Unibraw Ini Kembangkan Hidroponik dengan Air Laut

Bekerjasama dengan Ruang Kreativitas Anak Tanah Ombak dan Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) wilayah Sumatera Barat, diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Intinya kita melihat anak-anak di sini kreatif, tapi berada di wilayah kurang menguntungkan," kata Dwi, kepada KOMPAS.com. Dwi menambahkan, hidroponik adalah sistem penanaman yang praktis sehingga sangat mudah untuk diterapkan di lingkungan rumah.

Ia pun berharap, dengan pelatihan hidroponik ini dapat menginspirasi warga, khususnya kaum ibu-ibu yang tinggal di Kampung Purus untuk menerapkan hal serupa di tempat tinggalnya.

"Kita mulai dengan anak-anak. Karena anak-anak ini masih punya kemauan untuk belajar. Diharapkan, para orangtuanya juga bisa menerapkan hal serupa," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pendiri Ruang Kreativitas Anak Tanah Ombak, Yusrizal KW, mengatakan, Tanah Ombak menjadi tempat bagi anak-anak Kampung Purus untuk belajar dan berkreativitas.

Hal itu, dimulai dengan gerakan literasi baca sehingga mampu mengubah perilaku anak-anak di sana. Bang KW, begitu sapaan akrabnya, menuturkan, anak-anak di Tanah Ombak berasal dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi.

Mayoritas, orangtua mereka bekerja sebagai nelayan dan pedagang. Pendidikan adalah sesuatu yang mahal di kampung tersebut.

"Di sini ( Tanah Ombak) anak-anak diberi keterampilan. Perpustakaan adalah modal utamanya. Membaca, belajar, meningkatkan potensi berasaskan minat dan bakat, dan kemandirian merupakan pembelajaran di sini," ungkapnya.

Bagi KW, gerakan membaca, berinteraksi, dan berbudaya adalah upaya yang memungkinkan membangun peradaban masyarakat dan perlu ditanamkan bagi anak-anak sejak usia dini. Dia meyakini, bahwa anak-anak itu punya impian yang mulia dan optimistis dapat menjadi orang hebat di kemudian hari.

"Dulu, Tanah Ombak mendapat penolakan dari warga di kampung ini. Namun, sedikit demi sedikit, kami memberi pemahaman kepada mereka. Sekarang, anak-anak sudah berubah. Dari yang suka berbicara kasar menjadi lebih sopan. Dari yang tidak suka membaca, sekarang setiap hari mereka datang untuk belajar dan membaca," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X