Kompas.com - 16/07/2017, 19:08 WIB
Pebalap-pebalap dari tim nasional Indonesia dan Prima Indonesia berlatih mengenal jalur di kawasan Pantai Wai Batalolong, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/5/2016). Sedikitnya seratus pebalap dari 16 negara yang tergabung dalam 20 tim akan mengikuti lomba balap sepeda Tour de Flores 2016 yang menempuh rute Larantuka (Flores Timur) menuju Labuan Bajo (Manggarai Barat) dengan jarak 661,5 kilometer. KOMPAS/IWAN SETIYAWANPebalap-pebalap dari tim nasional Indonesia dan Prima Indonesia berlatih mengenal jalur di kawasan Pantai Wai Batalolong, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/5/2016). Sedikitnya seratus pebalap dari 16 negara yang tergabung dalam 20 tim akan mengikuti lomba balap sepeda Tour de Flores 2016 yang menempuh rute Larantuka (Flores Timur) menuju Labuan Bajo (Manggarai Barat) dengan jarak 661,5 kilometer.
|
EditorErlangga Djumena

KUPANG, KOMPAS.com – Pihak Indonesia Grand Prix (IGP) yang merupakan konsultan dan race management Tour de Flores (TdF) 2016 lalu, mengaku masih belum mendapatkan pelunasan utang Rp 1 miliar lebih dari panitia pelaksana acara itu.

Adapun panitia pelaksana acara yang dilaksanakan pada 16 -26 Mei 2016 silam itu  adalah Yayasan Alsemat (Yayasan Alumni Seminari St Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko).

Direktur IGP Mitra Vinda mengatakan, uang tersebut harus dibayarkan kepada IGP dan sejumlah vendor lainnya dari Banyuwangi, seperti Trinity (CV Marcapada), yaitu vendor produksi dan transportasi. 

"Ketua Yayasan Alsemat adalah Yustinus B Solakira dan Sekretaris Umum adalah Alex Dungkal. Chairman Tour de Flores adalah Primus Dorimulu dan Managing Director 1 Yustinus B Solakira dan Managing Director 2 adalah Faustinus Wundu," kata Vinda kepada Kompas.com, Minggu (16/7/2017).  

Menurut Vinda, pada awalnya kerja sama IGP dan vendor lainnya dengan Yayasan Alsemat berjalan lancar.

"Kami juga bertekad agar TdF berjalan dengan baik dan lancar. Namun saat event berlangsung, banyak kekurangan dana yang tidak bisa ditutupi oleh Yayasan Alsemat. Maka demi kelancaran TdF 2016, mau tidak mau IGP (di bawah PT Mitra Lintas) menalangi kekurangan,” sebutnya.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tour de Flores Dinilai Tidak Memberi Dampak ke Masyarakat

Vinda mengatakan, setelah event TdF 2016 selesai, IGP menunggu pembayaran dari Yayasan Alsemat yang seharusnya diterima sesuai dengan kontrak, berikut tagihan-tagihan lainnya.

Kepada IGP dan vendor lainnya, pihak Yayasan Alsemat berjanji untuk membayarkan, namun setelah beberapa bulan, janji tidak pernah terealisasi. 

Vinda menyebutkan, pihaknya menyimpan semua barang bukti, seperti semua  penawaran harga dan kontrak yang disepakati dan yang ditandatangani pihak terkait.

Waktu itu kata dia, Yayasan Alsemat beralasan pembayaran belum dapat dilakukan karena masih menunggu kucuran dana tersisa dari Pemerintah Kabupaten yang ada di Flores (daerah yang menyelenggarakan TdF) dan Pemerintah Provinsi NTT yang belum diselesaikan.

"Pihak Yayasan Alsemat mengakui dan menyadari kewajibannya untuk membayar utang tersebut setelah penyelenggaraan TdF 2016. Berkali-kali pula pihak Yayasan Alsemat dan panitia lainnya menjanjikan untuk memenuhi kewajibannya, namun ternyata sampai dengan detik ini, hanya janji," kata Vinda.

Dia mengatakan,  pihaknya sudah menempuh segala cara terkait hal ini. Mulai dari surat pemberitahuan hingga surat peringatan telah dikirimkan ke Yayasan Alsemat, tetapi responsnya tidak seperti yang diharapkan.  Sementara Yayasan Alsemat justru kembali menggelar TdF pada 14 -18 Juli 2017.

Pihaknya juga lanjut Vinda, sudah bersurat ke Kepala Dinas Pariwisata NTT dan Gubernur NTT, untuk penyelesaian masalah tersebut.

“Kami anggap Yayasan Alsemat bersikap apatis dan karena itu kami buka persoalan ini melalui media massa. Kami terus menunggu Yayasan Alsemat untuk menyelesaikan kewajibannya dalam waktu satu dua bulan ke depan.  Jika tidak, mungkin lebih baik kami menempuh jalur hukum,” ujar Vinda.   

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Anselmat Yustinus B Sola Kira mengatakan, permasalahan utang piutang tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu. Baik jumlah maupun pihak yang harus membayar utang.

"Belum tentu juga Alsemat yang punya kewajiban membayar, bisa juga pihak lain. Urusan utang piutang tentu harus ada dasar dan bukti, oleh karena itu, bacalah perjanjian baik-baik," kata Yustinus.

Terkait siapa yang paling bertanggung jawab terhadap utang itu, Yustinus menyebut semuanya tergantung yang ditagih itu utang apa."Semuanya itu perlu diverifikasi dulu," ucapnya.

Kompas TV Seperti inilah keindahan Kelimutu di Flores terkenal dengan kawahnya yang unik.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.