Kapal Kosong Hanyut di Perairan Wakatobi, Ditemukan 3 KTP Warga Jakarta

Kompas.com - 15/07/2017, 07:05 WIB
Puing kapal KM Muda Jaya yang ditemukan terhanyut tanpa anak buah kapal (ABK) di lepas perairan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 03.00 Wita. Kapal tersebut pertama kali ditemukan oleh kapal nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Kabupaten wakatobi. Kompas.com / Defriatno NekePuing kapal KM Muda Jaya yang ditemukan terhanyut tanpa anak buah kapal (ABK) di lepas perairan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 03.00 Wita. Kapal tersebut pertama kali ditemukan oleh kapal nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Kabupaten wakatobi.
|
EditorCaroline Damanik

BUTON, KOMPAS.com – Kapal KM Muda Jaya ditemukan terhanyut tanpa anak buah kapal (ABK) di lepas perairan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 03.00 Wita.

Kapal tersebut pertama kali ditemukan oleh kapal nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Kabupaten Wakatobi.

“Kapal tadi ditemukan tadi subuh menurut keterangan ABK kapal nelayan yang tarik kapal itu kesini. Mereka temukan (kapal hanyut) di Perairan Wakatobi,” kata Babinsa Desa Sangia Manuru, Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton, Serda La Unti, Jumat (14/7/2017) malam.

Menurut Serda La Unti, kapal tersebut saat ditemukan sudah dalam keadaan terbalik kemudian ditarik oleh nelayan hingga berada di perairan Desa Sangia Manuru, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton.

“Kami tanya yang membawa kapal tadi, mereka bilang, saat ditarik kapal itu sudah keadaan terbalik tanpa ada ABK sama sekali,” tuturnya.

Kapal KM Muda Jaya merupakan kapal jenis fiber dengan Gross Tonage 29. Kapal tersebut memiliki panjang 20 meter dan lebar 8 meter.

Dari kapal tersebut ditemukan satu buah tas hitam yang berisikan pakaian, tiga buah dompet, paspor dan kartu identitas lainnya yang diduga milik para ABK kapal tersebut.

Dari tas tersebut juga terdapat tiga kartu tanda penduduk dengan nama Ali Akbar yang beralamatkan di Jakarta, Andi Napitupulu, warga Kelurahan Kemal Raya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, dan Ferdy M Firdaus, warga Kelurahan Jelaksana, Kecamatan Jelaksana, Jakarta Utara. Barang-barang tersebut kini telah diamankan di Polsek Siotapina.

”Kami tidak tahu, kapal tersebut berasal darimana dan hendak tujuan kemana. Karena saat ditemukan tidak ditemukan ada ABK kapal,” ucap Serda La Unti.

Dia menambahkan, kapal tersebut belum bisa dibawa hingga ke pantai Desa Sangia Manuru, karena cuaca yang buruk disertai perairan Desa Sangia Manuru yang dangkal.

(Baca juga: Siswi Asal Jakarta Hilang di Stasiun Tugu, Ayahnya Sebut Sudah Diintai)

 

 

Kompas TV Ruas Tol Cipularang Siap Digunakan untuk Mudik



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X