Kompas.com - 14/07/2017, 13:37 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengancam akan menutup akses sejumlah platform media sosial asing yang beroperasi di Indonesia jika tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menangkal konten-konten berbau hoax, fake news, dan radikalisme baik dalam bentuk foto, tulisan, hingga video.

Rudiantara mengatakan, selama 2016 hingga 2017 platform media sosial luar negeri  baru bisa menangkal sekitar 50 persen konten-konten hoax, fake news, dan radikalisme. Rudiantara menilai apa yang dilakukan tersebut jaauh dari kata maksimal. 

"Penyedia platform internasional sangat mengecewakan kami. Kami meminta untuk memperbaiki ini. Kalau tidak ada perbaikan, kita akan serius dan akan sangat mempertimbangkan menutup platform-platform tersebut kalau terpaksa," ujar Rudiantara di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Universitas Padjajdjaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jumat (14/7/2017).

Adapun kerja sama yang diharapkan oleh Rudiantara dengan penyedia platform media sosial asing adalah dengan cara menyeleksi bersama aparat-aparat penegak hukum dan pemerintah kepada konten-konten yang berpotensi memberikan efek negatif kepada masyarakat.

Baca juga: Kaleng dan "Tweety" Jadi Pengingat untuk Perangi "Hoax"

"Kita tidak bisa hanya menyalahkan kepada masyarakat dan regulasi saja. Hoax, fake news, radikalisme ini fenomena global," ujarnya. 

Meski demikian, Rudiantara meyakini penutupan platform-platform media sosial asing seperti Youtube, Twitter, ataupun Facebook tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk mewujudkan peraturan tersebut, pemerintah akan melalukan tindakan secara bertahap.

"Dilakukan pembatasan pembatasan macam-macam. Akunnya di-take down atau akses masyarakat dibatasi," ucapnya.

Pemerintah, lanjut Rudiantara, perlu dengan cepat melakukan tindakan untuk membatasi beredarnya konten-konten hoax dan radikalisme. Pasalnya, seperti diketahui salah satu terduga teroris di Bandung bernama Agus Wiguna (22) mengaku membuat bom dari situs di internet. 

"Sebenarnya hanya segelintir orang yang memanfaatkan ini. Saya minta kerja sama dari penyelenggara platform kalau ada yang begini cepat ditutup ," tandasnya. 

Baca juga: Polisi Akan Tindak Lanjuti Laporan Sri Sultan HB X soal Berita "Hoax"

Kompas TV Namun, motif teror ini sempat menjadi kabur, akibat kesimpangsiuran kabar di sosial media.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
Cianjur: Build Back Better

Cianjur: Build Back Better

Regional
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Regional
Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Regional
BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.