Sultan HB X Tolak Pembangunan Jalan Tol di Yogyakarta

Kompas.com - 13/07/2017, 13:49 WIB
Warga bersalaman dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di bangsal kantor Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (3/7/2017) KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SWarga bersalaman dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di bangsal kantor Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (3/7/2017)
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, pihaknya menolak pembangunan jalan tol di wilayahnya. Ia mengkhawatirkan adanya jalan tol bisa mengganggu perekonomian masyarakat.

"Di Yogya tak ada jalan tol. Pemerintah pusat juga sepakat," kata Sultan saat acara Syawalan bersama Pemkab dan masyarakat di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (13/7/2017).

Menurut dia, terbatasnya ruang terbuka di Yogyakarta tidak memungkinkan dibangun jalan bebas hambatan yang tertutup dan tak semua orang bisa masuk.

"Saya tidak setuju adanya jalan tol karena rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa, diperlebar silakan tetapi jangan ditol. Tol sing untung ming (menguntungkan) yang membuat tol, tetapi rakyat di sekelilingnya (tak dapat apa-apa) karena jalan ditutup," ucapnya.

"Kalau di luar Yogya silakan, seperti di Bawen sampai Salatiga karena geografisnya jurang," tambah dia.

Baca juga: Ganjar Minta Rest Area di Jalan Tol Akomodasi UMKM dan Pedagang Lokal

Sementara itu untuk perlebaran jalan di wilayah DIY seperti di Jalan Prambanan-Solo, Sultan berharap perlebaran dilakukan dengan membuat jalan baru di atas jalan lama. Hal ini karena masih banyak batuan candi yang terpendam di wilayah tersebut.

"Lebih baik pemerintah membangun jalan di jalan yang sudah ada," ujarnya.

Adapun terkait pembangunan bandara di Kulonprogo tahun 2019 mendatang, Sultan meminta Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menyerahkan program infrastruktur pembangunan untuk pengembangan pasca dibangunnya bandara tersebut.

Sultan mengambil contoh karena jaraknya cukup jauh maka diperlukan kajian jalan alternatif selain JJLS yang diwacanakan selesai pembebasan lahan 2018. Pemkab bisa mengusulkan jalan Piyungan - Wonosari bisa diperlebar menjadi empat jalur.

"Perlu kita pikirkan bersama, nanti urusan saya untuk bernegosiasi dengan pemerintah pusat," katanya.

Baca juga: Menhub Jonan Temui Sultan HB X untuk Diskusikan Bandara Kulonprogo

Kompas TV Hari Terakhir Libur Lebaran, Tol Brebes Timur Lengang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
Dengan Mendaftar Online, Warga bisa Ikut Rapid Test di RSUD KRMT Wongsonegoro

Dengan Mendaftar Online, Warga bisa Ikut Rapid Test di RSUD KRMT Wongsonegoro

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X