Mahasiswa Unibraw Buat Alat Terapi Kanker Payudara dari Buah Ciplukan

Kompas.com - 13/07/2017, 05:55 WIB
Alat terapi kanker payudara berbasis sistem uap air nano dari ekstrak buah ciplukan yang dihantarkan melalui medium sinar laser ultraviolet, Rabu (12/7/2017). Alat ini merupakan inovasi dari mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang. KOMPAS.com/Andi HartikAlat terapi kanker payudara berbasis sistem uap air nano dari ekstrak buah ciplukan yang dihantarkan melalui medium sinar laser ultraviolet, Rabu (12/7/2017). Alat ini merupakan inovasi dari mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang.
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Muhammad Dheri Maulana Akbar, mahasiswa semester 6 jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang membuat inovasi pengobatan kanker payudara dengan buah ciplukan atau Physalis Minima Linn.

Buah yang kerap ditemukan di rimbun rerumputan itu menjadi bahan utama terapi kanker payudara berbasis sistem uap air nano yang dihantarkan melalui medium sinar laser ultraviolet.

Dheri menjelaskan, mula-mula buah ciplukan itu diekstrak. Kemudian, buah itu dipanaskan melalui alat yang sudah disiapkan. Alat itu terdiri dari tempat pemanas air, viberator, dan alat teknologi pendukung lainnya.

Sementara jumlah ekstrak buah ciplukan dalam sekali terapi disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Kemudian, ciplukan yang sudah diekstrak itu diseduh dengan air yang kadar H2O nya lebih banyak lalu dipanaskan.

(Baca juga: 2 Mutasi Gen Ditemukan Tingkatkan Risiko Kanker Payudara)

 

"Tergantung dosis dari dokter. Setelah tahu tumor size-nya berapa, nanti dokter akan memberikan dosis sesuai dengan cuplikan yang sesuai," katanya.

Setelah mencapai panas dalam derajat celcius tertentu, ekstrak cuplikan itu akan menguap. Uapnya lalu dialirkan melalui selang kecil ke sensor kelembaban yang tertempel di kulit payudara yang terkena kanker.

Setelah itu, melalui sensor kelembaban, sinar laser ultraviolet akan bekerja memaparkan ekstrak buah ciplukan tersebut melalui pori-pori kulit ke sumber penyakit.

"Jadi mendeteksi ciplukannya, sudah bereaksi belum sama etanol? Kalau sudah, sinar laser ultraviolet akan bekerja," jelasnya.

(Baca juga: Awas, Pria Juga Bisa Kena Kanker Payudara)

 

Cara ini dikatakan Dheri lebih efektif ketimbang buah tersebut dimakan. Jika dimakan, kandungan yang terdapat di dalam ciplukan tidak seluruhnya masuk ke dalam sumber penyakit.

Sebenarnya, terdapat banyak senyawa aktif yang terdapat di dalam ciplukan. Namun yang digunakan untuk pengobatan kanker payudara hanya ada tiga senyawa aktif, yakni flavonoid, saponin, dan fisalin.

"Unsur senyawa aktif flavonoid, saponin, dan fisalin dapat menurunkan stadium kanker," jelasnya.

Jika terapi itu dilakukan rutin selama enam bulan, 68 persen kanker payudara yang diderita seseorang akan sembuh atau sel kankernya akan terurai. Namun, terapi jenis ini tidak dianjurkan untuk penderita kanker payudara stadium tiga ke atas.

Sebab dikhawatirkan kanker payudara stadium tiga ke atas akan bertambah parah jika terpapar radiasi.

Kompas TV Deteksi Kanker Payudara dengan Teknik ‘Sadari’

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Regional
Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Regional
Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Regional
Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Regional
Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X