Kompas.com - 12/07/2017, 20:16 WIB
Lanskap kaldera Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/3/2015). Gunung Tambora meletus dahsyat pada 10 April 1815 menyisakan kaldera seluas 7 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLanskap kaldera Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/3/2015). Gunung Tambora meletus dahsyat pada 10 April 1815 menyisakan kaldera seluas 7 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer.
|
EditorFarid Assifa

BIMA, KOMPAS.com - Pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan insfrastruktur untuk mempermudah jalur transportasi wisata di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satunya adalah pembangunan jalan lintas kawasan Gunung Tambora. Akses yang menghubungkan objek wisata nasional itu dimulai tahun ini.

Demikian disampaikan Kepala Bapeda Kabupaten Bima, Drs Muzakkir kepada wartawan, Rabu (12/7/2017).

Untuk percepatan pembangunan jalur di kawasan gunung Tambora ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar lebih.

“Sumber dana untuk pembangunan jalan lintas Tambora dari APBN. Insya Allah, mulai dikerjakan tahun 2017, saat ini dalam proses tender,” kata Muzakkir.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Erupsi Gunung Tambora Berakhir

Ia mengatakan, percepatan infrastruktur di kawasan gunung yang meletus tahun 1815 itu merupakan instruksi langsung dari Presiden RI H Ir Joko Widodo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kawasan gunung Tambora berpotensi menjadi wisata yang sangat berkembang. Karena itu, Presiden mendorong pembangunan jalan dipercepat,” ujar Muzakkir.

Diakuinya, jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Tambora cukup memprihatinkan. Padahal, lanjut Muzakkir, daerah itu memiliki potensi pariwisata yang tinggi.

“Kalau di wilayah Bima, jalan menuju Tambora memang rusak parah. Harapannya, tahun ini bisa membaik sehingga paket wisata lebih mudah,” harap Muzakkir.

Menurutnya, Gunung Tambora merupakan destinasi wisata yang dikenal seluruh dunia, setelah Festival Tambora menyapa dunia tahun 2015. Kemudian festival itu berlanjut hingga 2016 dan 2017.

Apalagi, lanjut dia, kawasan itu mendapat status sebagai taman nasional yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Karena Tambora dikenal seluruh dunia, Pemerintah Kabupaten Bima memiliki konsep untuk menjadikan objek wisata itu sebagai kawasan budaya demi menarik para wisatawan.

Baca juga: Makhluk Hidup Baru Penghuni Hutan Gunung Tambora Terkuak

Karena itu, Muzakkir mengusulkan untuk membangun museum dan mendorong rumah warga di sekitar lokasi Tambora dijadikan penginapan (homestay).

“Dengan adanya museum dan homestay, maka secara otomatis pihak swasta akan bergerak untuk membangun industri hotel. Hanya saja, yang dibutuhkan adalah kesiapan masyarakat, terutama keamanan dan kebersihan,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.