Derita Kanker Tulang hingga Tak Bisa Jalan, Ketty Tulis Puisi "Secercah Harapan"

Kompas.com - 12/07/2017, 17:20 WIB
Siti Khadijah atau Ketty (11), duduk bersama adiknya di kediaman mereka di Jalan Langkat No 6 Lingkungan IV, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Senin (10/7). Ketty yang merupakan anak seorang buruh cuci dan penjemur ikan ini menderita penyakit Osteosarcoma, sejenis kanker tulang agresif, yang membuatnya tidak dapat berjalan hingga berhenti sekolah. Tribun Medan/Arjuna BakkaraSiti Khadijah atau Ketty (11), duduk bersama adiknya di kediaman mereka di Jalan Langkat No 6 Lingkungan IV, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Senin (10/7). Ketty yang merupakan anak seorang buruh cuci dan penjemur ikan ini menderita penyakit Osteosarcoma, sejenis kanker tulang agresif, yang membuatnya tidak dapat berjalan hingga berhenti sekolah.
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Hari itu, pertengahan Desember 2016, Ketty tengah menerima rapor. Seperti biasa, nilai-nilainya bagus. Ketty naik ke kelas enam dan dia pulang dengan senyum yang lebar.

Namun kemudian, sebuah bola melesat menghantam lutut Ketty. Nyeri yang menusuk langsung membuatnya terduduk. Senyumnya berganti pilu hingga sekarang.

Saat itu, hantaman bola membuat lututnya bengkak. Menyangka puterinya sekadar terkilir, Nilawaty, ibu Ketty, membawanya ke tukang urut. Bengkak tak juga surut dan malah membuatnya demam.

"Saya kemudian bawa dia ke Puskemas, tetap tak sembuh. Demamnya turun tapi kakinya tetap sakit," kata Nilawaty di rumahnya di Jalan Langkat No 6 Lingkungan IV, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Senin (10/7/2017).

Dari hari ke hari, kondisi kesehatan Ketty terus menurun. Mula-mula hanya nyeri, lalu sakit yang lebih menusuk dan membuatnya sulit berjalan. Pada satu hari di bulan Februari 2017, Ketty ambruk. Kedua kakinya seperti tak mampu menopang berat tubuhnya.

Untuk pertama kalinya, Nilawaty menyadari betapa sakit yang diderita Ketty bukan penyakit biasa.

(Baca juga: Perjuangan Nur Aini Melawan Kanker Tulang ... )

Saat dibawa berobat, dokter yang memeriksa kemudian menyampaikan hal yang membuat dunianya seakan runtuh.

Ketty yang lahir di Ulim, Aceh Timur, 13 Juli 2005, itu didiagnosis menderita Osteosarcoma, sejenis kanker agresif yang menyerang tulang-tulang berukuran besar pada bagian yang memiliki tingkat pertumbuhan tercepat, seperti tulang paha, tulang kering, tulang lutut, tulang bahu, dan tulang panggul.

Osteosarcoma diyakini berangkat dari kesalahan kode genetik pada DNA anak. Bisa pula disebabkan oleh faktor eksternal, terutama radiasi.

Penghasilan minim

Setelah mendapat vonis menderita Osteosarcoma, Nilawaty membawa Ketty ke RSU Martha Friska. Dua minggu dirawat, dokter merujuknya ke RSU Pusat H Adam Malik.

Alasannya, peralatan medis yang lebih lengkap sehingga memungkinkan dilakukan perawatan yang lebih baik.

Ketty dirawat di sini sampai menjelang Lebaran kemarin. Nilawaty membawanya pulang karena dua alasan.

Alasan pertama adalah biaya. Meski menggunakan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Nilawaty tetap saja harus mengeluarkan biaya. Ketty dirawat lebih dari satu bulan lamanya di RSUP Adam Malik.

Sepanjang waktu itu, tentu, dia harus keluar uang untuk membeli makanan dan keperluan lainnya. Bagi kalangan berkecukupan tentu tak ada masalah.

Sebaliknya bagi Nilawaty. Dia bekerja tak tetap. Kadangkala dia mendapatkan pekerjaan menjemur ikan asin di kawasan pergudangan di Gabion Belawan.

Dari pekerjaan ini, dia hanya bisa mendapatkan antara Rp 50.000 sampai Rp 70.000 per hari. Bekerja sejak pagi sampai menjelang gelap.

Jika sedang tidak ada pekerjaan di Gabion, dia mencari pekerjaan serabutan lain. Paling sering menjadi buruh cuci. Di akhir pekan, kadang-kadang dia ditawari untuk membantu-bantu di dapur. Tugasnya angkat cuci piring kotor.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

Regional
Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Regional
Diduga Bawa Kabur Rp 134 Juta, Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya

Diduga Bawa Kabur Rp 134 Juta, Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Para Perempuan Terdampak Covid-19, Alami Stress hingga  Kekerasan Fisik dan Psikis

Cerita Para Perempuan Terdampak Covid-19, Alami Stress hingga Kekerasan Fisik dan Psikis

Regional
Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Regional
Cerita Warga Malang Kehilangan Ratusan Juta, Modus Pulsa Gratis hingga Diminta Sebut OTP

Cerita Warga Malang Kehilangan Ratusan Juta, Modus Pulsa Gratis hingga Diminta Sebut OTP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X