BRT Trans Jateng Dikritik, Ini Kata Ganjar

Kompas.com - 12/07/2017, 11:21 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/Nazar NurdinGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - BRT Trans Jateng yang diluncurkan awal bulan mendapat kritik dari kalangan dewan. Kritik terutama berkaitan dengan penempatan halte atau shelter yang dinilai tidak strategis, dan berada di tengah trotoar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjanji bakal melakukan evaluasi atas penempatan halte di sepanjang koridor I Stasiun Tawang, hingga Terminal Bawen itu.

"Enggak apa-apa. Nanti kami evaluasi, ini juga baru seminggu jalan, nanti pasti dievaluasi apa kekurangannya," kata Ganjar, Rabu (12/7/2017).

(Baca juga: Ganjar Manfaatkan BRT Trans Jateng untuk Promosikan Pariwisata Jateng)

Kritik dari DPRD soal shelter dinilainya hal biasa. Ganjar pun meminta kepada dewan untuk juga mengusulkan lokasi mana yang tepat dijadikan tempat pemberhentian BRT, agar tidak menyalahi aturan.

"Ya kemarin DPRD Semarang kritik soal halte. Bagi kami gak apa-apa, nanti diperbaiki posisi halte," katanya.

Kalangan DPRD Kabupaten sebelumnya mengkritik shelter BRT aglomerasi melanggar hak para pejalan kaki. Shelter BRT Korudor itu dibangun di atas lahan trotoar, sehingga menyulitkan pejalan kaki.

Mereka pun meminta Dinas Perhubungan terkait untuk meninjau keberadaan halte tersebut apakah sesuai penempatannya atau tidak.

"Jangan sampai posisi halte BRT justru mengabaikan kenyamanan serta keamanan publik. Khususnya pejalan kaki," kata Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Joko Sriyono.

Untuk naik BRT Trans Jateng, pengunjung umum dibebani tarif Rp 3.500, sedangkan pelajar dan buruh hanya Rp 1.000.

Koridor I saat ini baru ada 18 bus, rencananya akan dilengkapi hingga 25 bus. Setelah Koridor I, Pemprov Jateng juga bakal membuka tiga koridor lagi, yaitu Semarang-Kendal, Semarang-Grobogan, dan Semarang-Demak.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

573 Anak di Pesisir Kota Tegal Tak Bersekolah, Disdikbud Dirikan Sekolah Laut

573 Anak di Pesisir Kota Tegal Tak Bersekolah, Disdikbud Dirikan Sekolah Laut

Regional
Tur Pakai Motor, Ridwan Kamil dan Rombongan Habiskan Uang di Semarang

Tur Pakai Motor, Ridwan Kamil dan Rombongan Habiskan Uang di Semarang

Regional
Dengar Kabar Akan Ada Unjuk Rasa, Belasan Pedagang Gelar Lapak Jualan

Dengar Kabar Akan Ada Unjuk Rasa, Belasan Pedagang Gelar Lapak Jualan

Regional
Ini Pengakuan Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Ini Pengakuan Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Polisi Bikin Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Libur Panjang di Kota Bandung

Polisi Bikin Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Libur Panjang di Kota Bandung

Regional
Seluruh Penumpang Pesawat Tersangkut Layangan Dipastikan Selamat, Tak Ada Kerusakan

Seluruh Penumpang Pesawat Tersangkut Layangan Dipastikan Selamat, Tak Ada Kerusakan

Regional
Wisatawan Diprediksi Membeludak, Wisata Pantai Terapkan Sif Pengunjung

Wisatawan Diprediksi Membeludak, Wisata Pantai Terapkan Sif Pengunjung

Regional
Libur Panjang Cuti Bersama, ASN Pemkot Denpasar Dilarang Keluar Kota

Libur Panjang Cuti Bersama, ASN Pemkot Denpasar Dilarang Keluar Kota

Regional
Dinas Perlindungan Anak Dampingi Siswi SMK Korban Pemerkosaan 7 Pemuda

Dinas Perlindungan Anak Dampingi Siswi SMK Korban Pemerkosaan 7 Pemuda

Regional
Cenderamata Lapik Koto Dian, dari Kursi Depati hingga Pelaminan

Cenderamata Lapik Koto Dian, dari Kursi Depati hingga Pelaminan

Regional
Puting Beliung Landa Dua Desa di Bondowoso, Mushala dan Rumah Rusak

Puting Beliung Landa Dua Desa di Bondowoso, Mushala dan Rumah Rusak

Regional
'Ketika Dia Datang Bersama Keluarganya Meminta Saya ke Nenek, Saya Mau Diajak Menikah'

"Ketika Dia Datang Bersama Keluarganya Meminta Saya ke Nenek, Saya Mau Diajak Menikah"

Regional
Libur Panjang, Kendaraan Besar Dilarang Melintasi Jalur Puncak

Libur Panjang, Kendaraan Besar Dilarang Melintasi Jalur Puncak

Regional
2 Anggota Timses Cabup Purbalingga Meninggal akibat Covid-19

2 Anggota Timses Cabup Purbalingga Meninggal akibat Covid-19

Regional
Sajadah Imam Masjid Dibakar ODGJ, Pelaku Sudah 2 Kali Berbuat Serupa

Sajadah Imam Masjid Dibakar ODGJ, Pelaku Sudah 2 Kali Berbuat Serupa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X