4 Direktur "Event Organizer" Jadi Tersangka Kejahatan Korporasi

Kompas.com - 10/07/2017, 20:56 WIB
Satu dari empat tersangka dugaan korupsi di Bapemas Provinsi Sumut ditahan Kejati Sumut karena diduga korupsi, Senin (10/7/2017) KOMPAS.com/Mei LeandhaSatu dari empat tersangka dugaan korupsi di Bapemas Provinsi Sumut ditahan Kejati Sumut karena diduga korupsi, Senin (10/7/2017)
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan Rahmat Jaya Pramana (35), satu dari empat tersangka dugaan korupsi di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapemas) Provinsi Sumatera Utara.

Rahmat diduga menjadi tersangka korupsi dana proyek dekosentrasi yang dibiayai APBN Perubahan 2015 senilai Rp 41 miliar. Dana tersebut untuk desa di empat zona di Sumut.

Baca juga: "Semakin Cepat Korupsi Diberantas, Semakin Cepat KPK Berakhir"

Tersangka adalah Direktur PT Ekspo Kreatif Indo yang berada di Jakarta. Perusahaannya bergerak di bidang event organizer (EO).

"Tersangka sejak Februari 2017 telah ditetapkan penyidik sebagai tersangka kasus dugaan korupsi menyangkut kejahatan korporasi di Bapemas Provinsi Sumut. Tersangka akan kita kenakan Pasal 2 subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (2) dan (3) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP," jelas Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Senin (10/7/2017).

Kepada para tersangka lain, lanjut Sumanggar, akan dilakukan pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan tahap penyidikan. Proses penanganan kasus ini sudah berjalan sejak akhir 2016, para tersangka sudah pernah dipanggil sebelumnya sebanyak tiga kali.

Modus dugaan korupsi korporasi yang dilakukan para tersangka terjadi dalam penggunaan dana dekonsentrasi yang bersumber dari APBN Perubahan Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 41,8 miliar pada Bapemas Pemprov Sumut.

"Anggaran itu untuk kegiatan pelatihan dan pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan desa se-Sumut yang dibagi dalam empat paket atau zona. Kasus ini terungkap atas temuan BPK RI," ungkap dia.

Keempat tersangka adalah Budhiyanto Suryanata selaku Direktur PT Proxima Convex, Taufik selaku Direktur Mitra Multi Komunication, Rahmat Jaya Pramana selaku Direktur PT Ekspo Kreatif, dan MN dari PT SCM. Nama terakhir dihapus dari daftar tersangka karena sudah meninggal dunia.

Tim penyidik Pidana Khusus Kejati Sumut menetapkan keempat tersangka karena perusahaan yang mereka pimpin sebagai EO dari Jakarta dalam pelaksanaannya menggunakan dana dekonsentrasi.

Baca juga: Diduga Korupsi Rp 3,5 Miliar, Kadis Pertanian Gowa Ditahan

Jaksa di Bidang Humas Kejati Sumut Yosgernold Tarigan, menambahkan, terkait kasus ini, pihaknya telah memeriksa 30-an saksi terdiri dari pihak Bapemas selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pengguna anggaran (PA), termasuk dari pihak perusahaan para tersangka sendiri.

"Kerugian negara akibat perbuatan para tersangka ditaksir sebesar Rp 1,5 miliar," jelas Yosgernold.

Kompas TV Irman dan Sugiharto Bacakan Pleidoi Kasus KTP Elektronik
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.