Kompas.com - 09/07/2017, 07:48 WIB
Ilustrasi: Bahan rakitan bom ikan seperti mesiu, amoniak dan bahan peledak lainnya diperoleh pelaku dari sejumlah pulau di sekitar perairan Sulawesi barat dnegan mudah. KOMPAS.com/ JunaediIlustrasi: Bahan rakitan bom ikan seperti mesiu, amoniak dan bahan peledak lainnya diperoleh pelaku dari sejumlah pulau di sekitar perairan Sulawesi barat dnegan mudah.
|
EditorFarid Assifa

PANGKEP, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menangkap 4 orang perakit bom ikan di Pulau Karandang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/7/2017).

Keempat perakit bom ikan itu masing-masing bernama H Sidang (41), Toni (38), Hj Salma (50), dan H Sultan (65), semuanya warga Pulau Karandang, Desa Matirobulo, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Nelayan Tewas akibat Bom Ikan yang Dibawanya

Keempatnya ditangkap tim dari Mabes Polri dan didukung tim dari Polda Sulsel yang dipimpin Wakil Direktur (Tipidter) Bareskrim Polri, AKBP Dr Tornagogo Sihombing.

Dari penangkapan dan penggeledahan di rumah Hj Salma, Sabtu (8/7/2017), polisi menyita bahan-bahan peledak. Adapun barang bukti yang disita, yakni 4 botol bom ikan ukuran kecil, 3 botol bom ikan ukuran besar, 15 jeriken bom ikan ukuran kecil, 3 jeriken bom ikan ukuran sedang, 1 jeriken bom ikan ukuran besar, dan 1 karung amonium nitrat ukuran 25 kilogram.

Lalu 2 karung alat selam, 1 kotak styrofoam berisi ikan mati hasil tangkapan dengan bom ikan, 1 unit GPS dalam keadaan rusak, 2 plastik potasium, 17 detonator berikut sumbu, 17 bungkus amonium nitrat, dan 2 gulung sumbu api.

Baca juga: Ditangkap, Pengguna Bom Ikan yang Menewaskan Satu Nelayan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Minggu (9/7/2017), mengatakan, keempat tersangka merakit bom ikan dan menjualnya ke nelayan-nelayan. Aksi keempat tersangka sudah lama dilakukannya.

"Keempat tersangka melanggar UU Darurat No 12 tahun 1951 dan UU No 31 tahun 2004 yang diperbaharui dengan UU No 45 tahun 2009 tentang Perikanan. Keempat tersangka sudah ditahan dan sementara menjalani proses pemeriksaan," katanya.

Kompas TV Bawa Bom Saat Melaut, Nelayan Ditangkap Polisi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.