Sopir Taksi "Online" Makassar Laporkan Grab ke Polisi

Kompas.com - 07/07/2017, 18:05 WIB
KOMPAS.com/Hendra Cipto Sopir taksi online Grab melakukan aksi demonstrasi di gedung DPRD Sulsel, Jumat (7/7/2017).KOMPAS.com/Hendra Cipto
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sopir taksi online di Makassar ramai-ramai melaporkan Grab ke Polrestabes Makassar terkait kasus penipuan dan penggelapan bonus lebaran.

Pelaporan sopir taksi online di Makassar ini diungkapkan Basri, koordinator aksi yang berunjuk rasa di gedung DPRD Sulsel, Jumat (7/7/2017).

Menurut Basri, ia telah melaporkan Grab ke Polrestabes Makassar terkait kasus penipuan dan penggelapan.

"Jadi bukan hanya saya yang melapor, tapi banyak teman yang lain juga telah melaporkan Grab. Karena bonus kami saat lebaran yang mencapai Rp 11 juta tidak dibayarkan, padahal kami mencapai target. Kami juga rela tidak mudik lebaran karena bonus itu. Tahu-tahunya tidak dibayarkan dengan alasan pelanggaran kode etik," katanya.

Baca juga: Manajemen Grab Sebut Banyak Pengunjuk Rasa yang Bukan Pengemudinya

Saat ditanya pelanggaran kode etik seperti apa yang dilanggar ribuan sopir taksi online, sehingga Grab enggan membayar bonus lebaran, Basri pun tidak mengetahuinya.

Basri mengaku sudah mempertanyakan hal itu ke perusahaan Grab tempatnya bermitra, namun perusahaan itu tidak bisa menunjukkan bukti pelanggaran kode etik itu.

"Sudah sering kali kami pertanyakan itu pelanggaran kode etik apa yang kami perbuat, sehingga bonus tidak bisa dicairkan. Padahal, Grab pusat mempublis semua bonus yang diperoleh sopir yang beraktivitas di waktu mudik lebaran. Masa juga kalaupun ada satu pelanggaran kode etik, semua bonus hangus. Ini tidak masuk akal," bebernya.

Dengan begitu, sambung Basri, dirinya dan ribuan sopir taksi online di Makassar melaporkan Grab ke aparat kepolisian. Mereka juga mengadukan Grab ke DPRD Sulsel.

"Kalau bonus lebaran kami tidak dibayarkan, kami akan boikot Grab di Makassar. Ini penipuan namanya. Ada ribuan sopir taksi online yang akan memboikot Grab. Kami tidak masalah putus bermitra dengan Grab, asalkan bunus lebaran kami dibayar. Bukan kami juga yang meminta bonus lebaran, tapi pihak Grab yang menawarkan dan menjanjikan. Itulah yang kita tuntut," ancamnya.

Basri mengungkapkan, dalam aksinya kali ini, anggota DPRD Sulsel dan aparat Polrestabes Makassar akan memfasilitasi dengan pihak manajemen Grab.

Baca juga: Pengemudi Grab Ungkap Rekannya yang Gunakan "Fake GPS" atau "Tuyul"

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan sopir taksi online terhadap Grab. Laporan tersebut diterima polisi pada Kamis (6/7/2017).

"Sudah kami terima laporannya sopir taksi online Grab. Hanya satu mewakili laporan itu dan memang banyak orang yang datang hendak melaporkannya. Kasusnya sudah kita tangani dan masih dalam proses penyelidikan," jelasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketegaran Husniati, Ibunda Kembar Siam Anaya-Inaya: 'Saya Ingin Menggendong Mereka Sepuasnya'

Ketegaran Husniati, Ibunda Kembar Siam Anaya-Inaya: "Saya Ingin Menggendong Mereka Sepuasnya"

Regional
Empat Bulan Isolasi dan 11 Kali Tes Swab, Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh

Empat Bulan Isolasi dan 11 Kali Tes Swab, Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh

Regional
Viral, Video Sebuah Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam, Ini Pengakuan Pemilik

Viral, Video Sebuah Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam, Ini Pengakuan Pemilik

Regional
Melawan Saat Diperkosa, Sang Guru SD Dibunuh Mantan Murid

Melawan Saat Diperkosa, Sang Guru SD Dibunuh Mantan Murid

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Mengamuk dan Hentikan Pernikahan Anaknya | Viral, Video Wanita Lempar Al Quran

[POPULER NUSANTARA] Ibu Mengamuk dan Hentikan Pernikahan Anaknya | Viral, Video Wanita Lempar Al Quran

Regional
Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Sesama Jenis Ini Ditangkap Polisi, Berawal dari Kepergok Warga

Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Sesama Jenis Ini Ditangkap Polisi, Berawal dari Kepergok Warga

Regional
Kekesalan Chef Arnold karena Tagihan Listrik Capai Rp 10 Juta, Dampak Penghentian Petugas Baca Meter

Kekesalan Chef Arnold karena Tagihan Listrik Capai Rp 10 Juta, Dampak Penghentian Petugas Baca Meter

Regional
Perjalanan Ani Pegawai Bank Jatim, Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 Miliar untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Perjalanan Ani Pegawai Bank Jatim, Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 Miliar untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa ke Provinsi Lain oleh Keluarga, Gugus Tugas Kaltim: Potensi Besar Penularan

Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa ke Provinsi Lain oleh Keluarga, Gugus Tugas Kaltim: Potensi Besar Penularan

Regional
Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks di Kamar Hotel, 37 Pasangan ABG Diamankan Beserta Kondom dan Obat Kuat

Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks di Kamar Hotel, 37 Pasangan ABG Diamankan Beserta Kondom dan Obat Kuat

Regional
Pengasuh Ponpes di Wonogiri dan 6 Keluarganya Positif Covid-19, Bupati: Klaster Pondok Sempon

Pengasuh Ponpes di Wonogiri dan 6 Keluarganya Positif Covid-19, Bupati: Klaster Pondok Sempon

Regional
Miris, Diduga Hendak Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks, 37 Pasangan ABG Diamankan di Kamar Hotel

Miris, Diduga Hendak Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks, 37 Pasangan ABG Diamankan di Kamar Hotel

Regional
UPDATE Corona Gunungkidul 10 Juli: Tambah 5 Pasien Positif, 1 Pasien Dinyatakan Sembuh

UPDATE Corona Gunungkidul 10 Juli: Tambah 5 Pasien Positif, 1 Pasien Dinyatakan Sembuh

Regional
Jenazah Covid–19 di RS Haji Darjad Samarinda Dimakamkan Pihak Keluarga

Jenazah Covid–19 di RS Haji Darjad Samarinda Dimakamkan Pihak Keluarga

Regional
Pondok Pesantren Sempon Jadi Klaster Baru Covid-19 di Wonogiri

Pondok Pesantren Sempon Jadi Klaster Baru Covid-19 di Wonogiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X