Medan Berat, Petugas Tandu Serpihan Bangkai Helikopter Pakai Bambu

Kompas.com - 05/07/2017, 21:30 WIB
Petugas membawa serpihan bangkai helikopter Basarnas dengan bantuan bambu di lereng bukit Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Rabu (5/7/2017). Dok BasarnasPetugas membawa serpihan bangkai helikopter Basarnas dengan bantuan bambu di lereng bukit Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Rabu (5/7/2017).
|
EditorReni Susanti

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Sebagian besar serpihan helikopter Basarnas telah dievakuasi dari lokasi kecelakaan di lereng tebing pegunungan Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Magelang, Rabu (5/7/2017).

Proses evakuasi yang dimulai sejak pukul 07.00-15.30 WIB itu berlangsung lancar meskipun harus dilakukan dengan manual melalui jalan darat.

Ratusan potensi SAR, relawan, TNI, dan Polri bahu-membahu menggotong satu demi satu potongan helikopter yang beratnya mencapai ratusan kilogram itu. Mereka menggunakan bambu dan kayu untuk memudahkan evakuasi.

"Ada serpihan yang harus dipanggul. Untuk potongan mesin bahkan membutuhan 8 orang untuk memanggulnya karena berat," ucap Zulhawary Agustianto, Koordinator Humas Basarnas Jawa Tengah, Rabu petang.

(Baca juga: Serpihan Bangkai Helikopter Basarnas yang Dievakuasi Capai 1,3 Ton)

 

Zul mengatakan, petugas juga harus berjuang naik dan turun ke titik lokasi kecelakaan yang berada di lereng gunung dengan kemiringan terjal. Medan jalan hanya setapak dengan kanan kiri jurang dan perkebunan warga.

Serpihan itu dibawa ke posko Desa Canggal yang hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki sekitar 1,5-2 jam. "PR besok adalah membawa turun main gearbox, karena beratnya mencapai 300 kilogram," kata Zul.

Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus menyampaikan, semula evakuasi akan dilakukan menggunakan helikopter milik TNI AD. Namun dengan pertimbangan cuaca dan medan pegunungan, rencana itu dibatalkan.

"Dari sisi cuaca tidak memungkinkan. Jalan darat menuju posko bisa dilaksanakan dengan cepat, jadi penggunaan helikopter dibatalkan," jelasnya.

(Baca juga: Saat Keputusan Menugaskan Helikopter Basarnas ke Dieng Dipertanyakan)

 

Pihaknya bersyukur karena evakuasi berjalan lancar. Cuaca di kawasan tersebut juga cukup baik, tidak hujan, sehingga tanah lebih keras dan batu-batu tidak licin.

Pada kesempatan itu, Ivan berterimakasih dan mengapresiasi para relawan yang bersemangat membantu tim Basarnas dalam upaya pemindahan serpihan dari atas bukit ke posko Desa Canggal.

"Evakuasi sudah mencapai 70 persen dan akan dilanjutkan besok, Kamis (6/7/2017), untuk mengambil main body dan gear box," imbuhnya.

Seperti diketahui, helikopter milik Basarnas jatuh setelah menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Minggu (2/7/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

(Baca juga: Ini Kronologi Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung)

 

Helikopter yang dikemudikan Kapten Laut (P) Haryanto itu dalam perjalanan menuju lokasi musibah Kawah Sileri, Dieng, Banjarnegara. Delapan orang yang meninggal terdiri dari empat personel Basarnas Jawa Tengah dan empat kru helikopter. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X