Popularitasnya Anjlok, Ridwan Kamil Anggap Hasil Survei UIN Bandung Aneh

Kompas.com - 05/07/2017, 18:32 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menghadiri peluncuran bis Persib di Graha Persib, Jalan Sulanja, Jumat (2/6/2017). Humas Pemkot Bandung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menghadiri peluncuran bis Persib di Graha Persib, Jalan Sulanja, Jumat (2/6/2017).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai hasil survei yang dilakukan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati agak rancu.

Dalam survei itu, elektabilitas dan popularitas Ridwan Kamil anjlok tergerus sejumlah kandidat lainnya seperti Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Sektetaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa.

Baca juga: Survei: Popularitas dan Elektabilitas Ridwan Kamil di Jawa Barat Anjlok

Ridwan mengatakan, salah satu hal yang dinilai aneh adalah menurunnya tingkat popularitasnya.


"Cuma ada satu statement yang agak aneh, popularitas menurun. Dalam logika, survei tidak ada orang yang dulunya kenal tiba-tiba menjadi tidak kenal," ucap Ridwan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (5/7/2017).

Dia menilai, penurunan elektabilitas calon gubernur wajar terjadi. Namun menurutnya tidak mungkin orang yang sudah mengenal satu calon mendadak tidak ingat. Hal itulah yang dia anggap cukup rancu.

"Kalau elektabilitas menurun betul. Karena tadinya milih jadi teu beuki (tidak suka) maka tidak milih saya, (elektabilitas) jadi turun. Tapi dulunya kenal 20 persen misalkan, tiba-tiba menjadi tidak kenal kan gak mungkin tidak kenal karena udah keburu kenal. Jadi sedikit mempertanyakan ada statement bahwa popularitas menurun," tuturnya.

"Yang ada mah popularitas itu tidak berubah atau naik. Jadi tidak ada dalam keilmiahan survei yang namanya popularitas menurun, gitu saja. Asa aneh juga masa Pak Deddy Mizwar popularitasnya hanya 20 persen gitu. Semua juga tahu (popularitas) artis mah rata-rata di atas 90 persen," tambahnya.

Baca juga: Survei Poltracking Sebut Ridwan Kamil Menang Telak di Jawa Barat

Kendati begitu, ia menganggap survei itu menjadi bahan evaluasi untuk terus mendongkrak elektabilitas dan popularitasnya di mata masyarakat Jawa Barat.

"Jadi kalau survei-survei mah silakan saja, saya hanya menjadikan survei itu sebagai referensi untuk evaluasi," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Regional
TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X