Kompas.com - 05/07/2017, 14:52 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menunjukkan miniatur contoh cable car yang akan dipasang di Kota Bandung. Cable car dari Austria ini memiliki kapasitas 36 orang. KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaWali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menunjukkan miniatur contoh cable car yang akan dipasang di Kota Bandung. Cable car dari Austria ini memiliki kapasitas 36 orang.
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Pembangunan dua proyek transportasi massal, cable car dan Light Rail Transit (LRT) akan dimulai pada Agustus 2017.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, dua proyek penting itu selangkah lagi terwujud menyusul rampungnya proses perizinan.

"Sudah saya tugaskan Pak Wakil untuk mengawal proses dokumen-dokumen prosedur perizinan. Deadline dari saya minggu pertama Agustus harus groundbreaking dua-duanya. Dua-duanya berita heboh untuk warga Bandung," kata pria yang kerap disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (5/7/2017).

Nilai investasi kedua proyek itu mencapai Rp 1,5 triliun. Emil mengaku sempat pesimis dengan progres kedua proyek tersebut lantaran terganjal masalah perizinan. Namun, seiring berjalannya waktu proses administrasi telah rampung.

"Saya juga agak males kalau optimistis bari henteu (tapi tidak terealisasi). Nah kemarin mah hasil laporan dokumen izin sudah beres rata-rata dua-duanya," ucapnya.

Dia menjelaskan, proyek cable car ini akan didanai sepenuhnya oleh investasi dari sektor swasta, yakni PT Aditya Dharmaputra Persada. Artinya, proyek itu tak akan menyedot APBD Pemkot Bandung.

"Cable car menurut Perpres (Peraturan Presiden) bisa penunjukkan langsung selama full investasi,” kata Emil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Inilah "Cable Car", Transportasi Masa Depan Kota Bandung)

Rute pertama yang akan dikerjakan oleh tim konstruksi adalah jalur Gelap Nyawang menuju Cihampelas. Sebagian konstruksi akan terintegrasi dengan Teras Cihampelas. Proyek itu juga akan difasilitasi gedung parkir yang mampu menampung banyak kendaraan.

"Kalau (nilai investasi) cable car sekitar Rp 200 juta kalau tidak salah. Pokoknya nanti ongkosnya tidak jauh dari angkot," ucapnya.

Sementara itu, lanjut Emil, untuk proyek LRT tahap pertama akan dibangun sepanjang 8 kilometer dengan delapan stasiun pemberhentian. Rutenya dari Stasiun Bandung hingga Alun-Alun Bandung.

"Nilai investasinya Rp 1,3 triliun. Tiketnya murah sekitar Rp 7.000. Maksimal panjangnya 8 km. Stasiunnya ada delapan," tuturnya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X