Organda Kota Bogor Kritik Kebijakan Angkot Ber-AC

Kompas.com - 05/07/2017, 13:48 WIB
. ..
|
EditorFarid Assifa

BOGOR, KOMPAS.com - Penetapan angkutan kota ber-AC yang dicanangkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapat kritikan dari Organisasi Angkutan Darat ( Organda) Kota Bogor.

Wakil Ketua Organda Kota Bogor, Freddy Djuhardi mengatakan, seharusnya pemerintah pusat dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam keputusan tersebut.

Baca juga: Dishub Kota Bogor dan Organda Bahas Penyesuaian Tarif Angkot Ber-AC

Freddy menilai, selama ini, di tingkat pusat dalam mengambil kebijakan soal angkutan publik selalu berpatokan ke kota metropolitan, seperti Jakarta dan Bekasi.

Freddy menyebut, pusat sering kali melupakan faktor kearifan lokal (local wisdom) di tingkat daerah.

"Keputusan di tingkat pusat juga harus memikirkan satu hal, yaitu tentang local wisdom (kearifan lokal). Mereka tidak melihat kebutuhan lebih luas di daerah, seperti di kota dan kabupaten Bogor," ujar Freddy, Rabu (5/7/2017).

Dirinya menambahkan, persoalan lain yang muncul, yaitu desain angkot yang harus diubah. Selama ini, sambung Freddy, angkot di Bogor memiliki ukuran yang kecil dan memiliki kapasitas CC yang kecil pula. Pintu angkot yang dioperasikan secara dilipat dan cenderung selalu dibuka juga menimbulkan masalah.

" Angkot ber-AC itu untuk siapa, angkot yang mana, trayek yang mana. Harus bijak dalam hal kewilayahan. Selama ini juga proses peremajaan angkot tidak ada ketegasan," kata Freddy.

Selain itu, lanjutnya, angkot ber-AC akan menimbulkan diskriminasi dan ketimpangan. Ia mengatakan, kondisi itu akan sulit diterapkan di lapangan.

Freddy menjelaskan, pemasangan AC sebelumnya sudah pernah dicoba di angkot eksklusif. Namun kenyataannya, angkot itu sekarang tidak lagi dipasang AC karena desain pintu penumpang yang selalu terbuka. Penumpang juga cenderung lebih suka jendela yang terbuka.

"Pengalaman ini menjadi bukti tidak efisien bila angkot dipasangi AC," tutur dia.

Pemkot Bogor sebelumnya telah menerima bantuan sebanyak 10 unit AC dari perusahaan transportasi online Uber dan GoCar yang didukung oleh Kementerian Perhubungan, di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (1/7/2017).

Baca juga: Angkot di Bogor Bakal Dipasangi AC

Selain Kota Bogor, kota lainnya yang mendapat bantuan serupa adalah Kota Bekasi, Kota Tanggerang, dan DKI Jakarta.

Penetapan angkot ber-AC ini juga sesuai dengan pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menargetkan, semua angkot harus ber-AC paling lambat Februari 2018 mendatang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X