Saat Keputusan Menugaskan Helikopter Basarnas ke Dieng Dipertanyakan

Kompas.com - 05/07/2017, 09:12 WIB
Kepala Basarnas Jateng Agus Haryono seusai hari jadi ke-45 Basarnas, Selasa (28/2/2017). KOMPAS.com/NAZAR NURDINKepala Basarnas Jateng Agus Haryono seusai hari jadi ke-45 Basarnas, Selasa (28/2/2017).
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Kantor Basarnas Jateng Agus Haryono mengungkapkan alasannya mengirim helikopter HR 3602 dan kru ke wilayah Kawah Sileri, Dieng. Pengiriman ke lokasi bencana itu demi respons cepat untuk mengantisipasi munculnya korban jiwa.

"(Pengiriman helikopter) mendesak, berdasarkan penilaian kami, berdasar pengalaman dulu ada (letupan kawah) yang memakan korban. Kami semata ingin bertindak cepat, memangkas waktu mengantisipasi hal buruk terjadi," kata Agus menjawab pertanyaan anggota Komisi V DPR RI di Semarang, Selasa (4/7/2017).

Jauh sebelum mengusulkannya, helikopter itu setiap hari bersiaga di posko di pintu exit toll Gringsing. Helikopter itu ikut melakukan proses pemantauan arus mudik dan balik Lebaran. Pada siang hari, helikopter standby di Gringsing.

Namun ketika malam, helikopter bermalam di Lanumad Ahmad Yani Semarang. Helikopter itu juga saat operasi Lebaran ikut memantau lalu lintas di jalur Brebes, Grinsing.

Pada Minggu (2/7/2017) pagi, helikopter itu masih melakukan pemantauan arus balik sampai Brebes dan bersiaga di Gringsing.

"Kurang lebih jam 1 siang, kami terima informasi grup WhatsApp ada letusan di kawah Dieng. Kami pantau perkembangan ada 17 korban dievakuasi di Puskesmas. Kami berkomunikasi dan memantau, ada kemungkinan letusan susulan," tambahnya.

"Saya selaku kepala, bertindak. Sesuai tupoksi memberi pelayanan SAR cepat, kami konsen tiba secara cepat, menyelamatkan para korban. Belajar dari letusan kawah, pengunjung Dieng ramai, dianalisa perlu menugaskan heli untuk perbantuan," kata dia.

(Baca juga: Ini Kronologi Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung)

Setelah memutuskan mengirim, Kepala Basarnas Jateng kemudian berdiskusi dengan awak penerbang terkait kesiapan terbang di lokasi kawah Sileri.

Dari komunikasi itu didapat kesimpulan bahwa pilot berani terbang. Selain itu, jarak dari Grinsing ke kawah Sileri juga tidak terlalu jauh ketika menggunakan jalur helikopter.

"Pilot bilang berani dan aman, 20 menit sampai lokasi. Kami minta izin menggerakkan ke lokasi. Dan mengirim heli beserta tim rescue ke lokasi," ucapnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Foto Tenaga Medis Dilumuri Kotoran Saat Jemput Pasien Covid-19 di Surabaya

Viral, Foto Tenaga Medis Dilumuri Kotoran Saat Jemput Pasien Covid-19 di Surabaya

Regional
BPOM dan Bio Farma Akan Audit Vaksin Covid-19 ke Sinovac China

BPOM dan Bio Farma Akan Audit Vaksin Covid-19 ke Sinovac China

Regional
Mengunci Teman Kencan di Kamar dan Curi Motornya, HL: Saya Minta Uang, Dia Tidak Kasih

Mengunci Teman Kencan di Kamar dan Curi Motornya, HL: Saya Minta Uang, Dia Tidak Kasih

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sudah 1.089 Relawan Disuntik

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sudah 1.089 Relawan Disuntik

Regional
Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga yang Pasien Dikuburkan

Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga yang Pasien Dikuburkan

Regional
16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

Regional
Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Regional
Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Regional
Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Regional
Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Regional
Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Regional
Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Regional
Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Regional
Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Regional
Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X