Bangkai Helikopter Basarnas Dipotong-potong Saat Evakuasi

Kompas.com - 05/07/2017, 08:05 WIB
Warga menyaksikan puing-puing helikopter Basarnas yang mengalami kecelakaan di Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Senin (3/7/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaWarga menyaksikan puing-puing helikopter Basarnas yang mengalami kecelakaan di Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Senin (3/7/2017).
|
EditorCaroline Damanik

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Evakuasi bangkai badan helikopter Basarnas dilakukan, Rabu (5/7/2017). Proses ini membutuhkan tindakan khusus mengingat medan lokasi kecelakaan yang berada di area ketinggian.

Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas Brigjen TNI (Mar), Ivan Ahmad Riski Titus, menjelaskan badan utama helikopter jenis Douphin itu dibelah-belah menggunakan alat tertentu sehingga memudahkan evakuasi.

"Kesulitannya memang saat evakuasi saja. Kami pakai alat namanya Estrikasi, gunanya untuk memotong maupun membelah bodi heli agar mudah dievakuasi," katanya, Selasa (4/7/2017) sore.

Potongan-potongan itu lalu dibawa petugas ke kantor SAR Semarang sebelum kemudian dikirim ke Jakarta untuk direkonstruksi dan diteliti.

Ivan mengatakan, proses ini menjadi bagian dari prosedur investigasi agar segera diketahui penyebab kecelakaan yang menewaskan delapan orang penumpang itu.

(Baca juga: Ini Kronologi Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung)

Evakuasi itu sendiri dilakukan setelah tim gabungan melakukan pengumpulan data, merekam dokumen, dan mengambil serpihan-serpihan helikopter dari lokasi kecelakaan di perbukitan Butak, Dusun Bulu, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, sejak Senin (3/7/2017) - Selasa (4/7/2017).

"Beberapa serpihan yang sudah dikumpulkan seperti tutup mesin dan bagian-bagian yang bergerak (rotari) dan sebagainya," imbuhnya.

Adapun tim yang terlibat dalam proses investigasi ini berasal dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan PT Dirgantara Indonesia.

(Baca juga: Detik-detik Terakhir Helikopter Basarnas, Warga Lihat Penumpang Lambaikan Tangan)

Sebelumnya diberitakan, helikopter milik Basarnas jatuh setelah menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Minggu (2/7/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Helikopter yang dikemudikan oleh Kapten Laut (P) Haryanto itu dalam perjalanan menuju lokasi musibah kawah Sileri, Dieng, Banjarnegara. Delapan orang yang meninggal terdiri dari empat personel Basarnas Jawa Tengah dan empat kru helikopter.

 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Regional
Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Regional
KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

Regional
Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Regional
Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Regional
Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Regional
Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Regional
Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Regional
Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Regional
Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Regional
Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Regional
Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Regional
Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X