Tim Investigasi Masih Kumpulkan Serpihan Bangkai Helikopter Basarnas

Kompas.com - 04/07/2017, 21:57 WIB
Tim Basarnas sedang mengangkut serpihan-serpihan bangkai helikopter Basarnas dari titik lokasi kecelakaan di perbukitan Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Selasa (4/7/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaTim Basarnas sedang mengangkut serpihan-serpihan bangkai helikopter Basarnas dari titik lokasi kecelakaan di perbukitan Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Selasa (4/7/2017).
|
EditorReni Susanti

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Investigasi kecelakaan Helikopter Basarnas masih dilakukan oleh tim gabungan di perbukitan Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Hal ini penting untuk mencari tahu penyebab insiden yang menewaskan 8 orang penumpang itu. Di lokasi, petugas pengumpulkan serpihan-serpihan komponen helikopter jenis Douphin itu, seperti mesin, tutup mesin, rotari, hingga komponen utama.

"Hari ini baru dikumpulkan bagian-bagian yang berserakan di atas (lokasi kecelakaan). Ada tutup mesin, bagian-bagian yang bergerak (rotari) dan lainnya," jelas Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas Brigjen TNI (Mar), Ivan Ahmad Riski Titus, Selasa (4/7/2017) sore.

Serpihan-serpihan itu akan dikirim ke Basarnas Surabaya untuk direkonstruksi. Sementara bangkai badan pesawat masih di lokasi dan baru bisa dievakuasi Rabu (5/7/2017).

(Baca juga: Evakuasi Bangkai Helikopter Tunggu Proses Investigasi Basarnas)

 

"Rencana kemarin, hari ini body pesawat akan dievakuasi. Tapi ternyata masih ada data yang perlu dilengkapi. Jadi evakuasi menunggu investigasi ini selesai," imbuh Ivan.

Ivan mengatakan, tim gabungan yang terlibat dalam proses investigasi terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan PT Dirgantara Indonesia.

"Tim KNKT akan membantu sepenuhnya untuk memberikan petunjuk apa yang harus dikerjakan pada tahap investigasi ini. Dari tim lainnya juga demikian. Hasilnya akan disampaikan oleh pusat," tuturnya.

Ivan menuturkan, sejauh ini tidak ada kendala berarti selama proses investigasi. Meski sempat tertutup kabut, pengumpulan data dan dokumen helikopter tetap dilakukan.

(Baca juga: Orangtua Korban Kecelakaan Helikopter Menangis Sambil Peluk Foto dan Peti Jenazah Anaknya)

 

Untuk diketahui, lokasi kecelakaan berada di atas perbukitan Butak yang terjal dan curam. Untuk mencapai titik ini petugas harus berjalan kaki dari Posko Desa Canggal kurang lebih 1 jam.

"Tidak ada (kendala) yang terlalu berarti bagi kami. Hanya mungkin kesulitan pas menurunkan body pesawat saja," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, helikopter milik Basarnas jatuh setelah menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Minggu (2/7/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Helikopter yang dikemudikan Kapten Laut (P) Haryanto itu dalam perjalanan menuju lokasi musibah kawah Sileri, Dieng, Banjarnegara. Delapan orang yang meninggal terdiri dari empat personel Basarnas Jawa Tengah dan empat kru helikopter. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan'

"Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan"

Regional
Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidorajo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidorajo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Regional
Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Regional
Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Regional
Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Regional
Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Regional
Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Regional
Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 10 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 10 Juli 2020

Regional
Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Regional
Klaster Secapa AD Ditangani TNI, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Klaster Secapa AD Ditangani TNI, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Regional
Toko Butik Tutup Gegara Corona, Kakak Adik Ini Ganti Jual Beras Kemasan, Omzet Rp 150 Juta Sebulan

Toko Butik Tutup Gegara Corona, Kakak Adik Ini Ganti Jual Beras Kemasan, Omzet Rp 150 Juta Sebulan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Juli 2020

Regional
RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

Regional
Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X