Selain Pengobatan, Bocah Penderita Kulit Eksrem Ini Harus Tinggal di Rumah Bersih

Kompas.com - 04/07/2017, 16:12 WIB
Maulana digendong ibunya di depan rumahnya Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara Kompas.com/MasriadiMaulana digendong ibunya di depan rumahnya Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara
|
EditorReni Susanti

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Lembaga Peduli Duafa Aceh (LPDA) menanggung biaya pengobatan Maulana (8), penderita penyakit kulit ekstrem asal Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Ketua LPDA, Musfendi mengatakan, biaya pengobatannya berupa pendampingan ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan pembelian obat oles rutin sesuai resep dokter.

“Untuk obat olesnya sekitar Rp 150.000 per minggu. Kita berikan secara rutin sesuai saran dokter,” kata Musfendi, Selasa (4/7/2017), seraya mengatakan dana bersumber dari para dermawan di berbagai daerah.  

 

Namun, dokter menyarankan agar rumah yang ditempati Maulana bersama orangtuanya direhab, sehingga lebih layak ditempati.

(Baca juga: Bocah Ini Harus Menahan Rasa Gatal Luar Biasa Selama 8 Tahun)

 

“Menurut dokter, Maulana ini harus steril dan bersih rumahnya. Rumah sekarang kan gubuk, kita ajak warga Indonesia membantunya melalui donasi https://kitabisa.com/bantumaulana,” terang Musfendi.

Sebab, sambung Musfendi, kulit Maulana sangat sensitif. “Kami galang untuk rehab rumahnya. Saat ini donasinya Rp 11 juta lebih baru terkumpul. Jika cukup nanti kita bangunkan rumah layak sederhana,” terangnya.

Mus Muliadi, ayah Maulana mengucapkan terima kasih pada seluruh donatur yang membantu penyembuhan putranya. “Semoga anak saya segera pulih dan sekujur tubuhnya normal seperti anak lainnya,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Maulana, penderita kulit ekstrem telah delapan tahun mengidap gatal di sekujur tubuhnya. Kulitnya berwarna coklat kehitaman di sekujur tubuh. Mulai dari kepala, wajah, tubuh, hingga kaki.

Jika panas, keringat tak keluar dari pori-pori kulit. Saat itulah Maulana merasakan gatal yang sungguh luar biasa.

Kompas TV Nenek Tak Mendapat Layanan Medis

 

  

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X