Cuaca Dinyatakan "Clear" Sebelum Helikopter Basarnas Jatuh

Kompas.com - 04/07/2017, 15:20 WIB
Helikopter Basarnas melintasi di udara jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Basarnas Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan satu Helikopter jenis Dauphin di exit toll Gringsing-Batang.
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGHelikopter Basarnas melintasi di udara jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Basarnas Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan satu Helikopter jenis Dauphin di exit toll Gringsing-Batang.
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa cuaca saat helikopter HR 3602 milik Basarnas jatuh di Temanggung bersih untuk kegiatan penerbangan sebelum jatuh. Jarak pandang penerbangan juga disebutkan mencukupi.

Kepala BMKG Semarang Hidayatul Mukhtar mengatakan, pada Minggu (2/7/2017), cuaca dari Lanumad Ahmad Yani Semarang hingga Gunung Sindoro (Temanggung) berstatus clear atau aman untuk terbang.

Mukhtar mengatakan, status aman penerbangan itu karena saat itu jarak pandang atau visibility bisa terlihat hingga 8 kilometer. Sementara itu, kecepatan angin di sekitar Gunung Sindoro berkisar 9-19 km/jam.

"Clear karena visibility dilihat 8 km, itu clear untuk penerbangan. Cuaca di rute gunung Sindoro, kecepatan angin rata-rata 9-19 km/jam. Suhu udara clear tidak ada masalah," kata Mukhtar di Semarang, Selasa (4/7/2017).

(Baca juga: Ini Kronologi Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung)

BMKG, lanjut dia, mengaku fokus betul untuk meneliti cuaca karena saat itu bersamaan dengan tugas di posko Lebaran.

Pemantauan cuaca berdasarkan pada analisis citra satelit pada 2 Juli 2017. Analisis satelit pada pukul 16.00-17.00 WIB, cuaca di sekitar Gunung Sindoro berawan dengan awan menengah dan tinggi.

Sementara itu, berdasarkan hasil observasi stasiun BMKG, kondisi bandara berawan dengan kecepatan angin 9-15 km/jam ke arah utara.

"Keadaan cuaca rute penerbangan 1.000 sampai 6.000 dengan kecepatan angin 09-19km/jam," katanya.

(Baca juga: Detik-detik Terakhir Helikopter Basarnas, Warga Lihat Penumpang Lambaikan Tangan)

Terkait cuaca di lokasi jatuhnya pesawat, BMKG tidak bisa memprediksi jika di lokasi sewaktu-waktu muncul kabut tebal. Lokasi pegunungan di sekitar Temanggung selalu berkabut ketika sore hari.

"Kabut seketika di pegunungan kami tidak bisa pantau. Kecuali ada pengamatan di lokasi. Di pegunungan itu, kami tidak mantau, karena itu lokal sekali," tambahnya.

Helikopter Basarnas itu sendiri jatuh setelah menabrak tebing Gunung Butak, Temanggung. Delapan orang yang naik di heli itu tewas menjadi korban.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Regional
Sumpah Pengasong untuk Mandiri di Hari Sumpah Pemuda

Sumpah Pengasong untuk Mandiri di Hari Sumpah Pemuda

Regional
Video Viral Penumpang Pesawat Berjubel Bandara Makassar Tanpa Protokol Kesehatan, Ini Kata AP 1

Video Viral Penumpang Pesawat Berjubel Bandara Makassar Tanpa Protokol Kesehatan, Ini Kata AP 1

Regional
Kasus Baru Covid-19 di Kulon Progo Didominasi Kontak Erat Pelaku Perjalanan

Kasus Baru Covid-19 di Kulon Progo Didominasi Kontak Erat Pelaku Perjalanan

Regional
Satgas Covid-19 Kota Sorong Tindak 2.735 Pelanggar Kesehatan, Terkumpul Rp 48,3 Juta Denda

Satgas Covid-19 Kota Sorong Tindak 2.735 Pelanggar Kesehatan, Terkumpul Rp 48,3 Juta Denda

Regional
147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Menjelang Libur Panjang

147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Menjelang Libur Panjang

Regional
Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Regional
Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X