Jam Terbang Heli Basarnas yang Jatuh Belum Sampai 600

Kompas.com - 04/07/2017, 15:10 WIB
Seorang anggota Basarnas memegang bagian dari bangkai helikopter yang jatuh, di Temanggung, Jawa Tengah, Senin (3/7/2017). Helikopter HR 3602 milik Basarnas yang membawa 4 kru dan 4 regu penyelamat jatuh di Temanggung, Minggu 2 Juli kemarin, menyebabkan semua penumpang tewas. AFP PHOTO / STRSeorang anggota Basarnas memegang bagian dari bangkai helikopter yang jatuh, di Temanggung, Jawa Tengah, Senin (3/7/2017). Helikopter HR 3602 milik Basarnas yang membawa 4 kru dan 4 regu penyelamat jatuh di Temanggung, Minggu 2 Juli kemarin, menyebabkan semua penumpang tewas.
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Helikopter HR 3602 Basarnas yang jatuh di Temanggung, Jawa Tengah, ternyata masih terbilang baru. Heli itu dibuat oleh Perancis pada 2012 lalu.

Deputi bidang potensi SAR Basarnas, Marsekal Muda Dodi Trisunu mengatakan, helikopter itu dipastikan layak terbang.

"Pesawat layak terbang. Jam terbang belum 600 jam, itu belum tercapai," kata Dodi, seusai pertemuan dengan komisi V DPR RI di Semarang, Selasa (4/7/2017).

Baca juga: Ini Kronologi Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung

Heli berwarna orange itu, sambungnya, juga baru digunakan pada 2015 lalu.

"Belum 2 tahun dioperasikan. (Soal penyebab apa) kita menunggu hasil investigasi," ucapnya.

Basarnas pun memastikan bahwa hilangnya satu heli tidak akan mengganggu kerja pencarian dan pertolongan di lapangan. Hanya saja kendala pemantauan mungkin yang akan terganggu.

"Ada kendala ketika memantau, tapi bisa diatasi. Nanti pengadaan lagi atau tidak nanti ada di kepala Basarnas," tambahnya.

Sebagai informasi bahwa helikopter Basarnas yang nahas ini berjenis Heli Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3602 dan nomor seri 6984. Heli buata Perancis ini dioperatori TNI Angkatan Laut.

Baca juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Helikopter Basarnas di Semarang

Heli itu diserahterimakan pada 31 Desember 2013. Jam terbang heli ini baru 571,3 jam dengan lama terbang 4,1 jam, dan mampu terbang pada waktu malam. Kapasitas penumpang 6 orang dengan kru 12 orang.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Regional
Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
KKB Berulah di Papua, TNI: Itu Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

KKB Berulah di Papua, TNI: Itu Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

Regional
Jembatan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Ambles, Kendaraan Dialihkan

Jembatan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Ambles, Kendaraan Dialihkan

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Regional
Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Regional
Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Regional
Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Regional
Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Regional
2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

Regional
Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Regional
Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Regional
Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Regional
ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

Regional
Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X