Aher: Pokoknya Pasar Tumpah Tidak Boleh Sebelum Arus Balik Selesai

Kompas.com - 30/06/2017, 18:18 WIB
Ilustrasi jalur selatan Nagreg. KOMPAS.comIlustrasi jalur selatan Nagreg.
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melarang pasar tumpah beroperasi di sepanjang jalur Selatan Jawa Barat selama arus balik Idul Fitri, terutama saat puncak arus balik yang diprediksi terjadi Sabtu dan Minggu (1-2/7/2017).

" Pasar tumpah hari ini sudah dan terus diantisipasi. Pokoknya pasar tumpah tidak boleh terjadi selama arus balik belum selesai," kata Ahmad Heryawan seusai mengikuti pantauan arus balik bersama Kapolri dan Menteri Perhubungan, di Pospam Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (30/6/2017.

Pria yang biasa disapa Aher ini menuturkan, keberadaan pasar tumpah di kawasan Rancaekek tepatnya depan pabrik PT Kahatex dan di Limbangan, Kabupaten Garut sudah selesai ditangani.

"Pagar betis kan di sana, polisi, dishub, dan pol pp pagar betis. Karena kalau tidak pagar betis, ditinggal sedikit ramai lagi tuh. Jadi pagar betis," kata dia.

(Baca juga: Nagreg, Titik Kritis Jalur Selatan Jabar)

Menurut dia, keberadaan pasar tumpah menjadi salah satu penyebab kemacetan saat arus mudik dan balik lebaran di Jalur Selatan Jawa Barat.

"Ke depan harus ada penyelesaian. Meski di hari-hari biasa bukan masalah, paling macet-macet sedikit, ketika masuk Limbangan mobil pelan karena masuk pasar," ucapnya.

Aher menilai pentingnya keberadaan jalan tol yang menghubungkan dan mengatasi kemacetan di Kawasan selatan Jabar ini. Pihaknya sudah mengusulkan hal itu ke pusat, karena jalan tersebut milik nasional.

"Sudah diusulkan jalan tol yang menghubungkan Cileunyi, Garut, Tasikmalaya, bahkan hingga Ciamis dan Jawa Tengah," ucapnya.

(Baca juga: Satu Juta Kendaraan Belum Kembali Lintasi Jabar pada Arus Balik Ini)

Ia menuturkan, saat ini perencanaan pembangunan jalan Tol Cisumdawu dan Cileunyi-Garut-Tasik tinggal menunggu persetujuan pemerintah pusat dalam hal ini Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Untuk studinya sudah, DED sudah," ungkapnya.

Selain pembuatan jalan tol, perlu adanya pelebaran di ruas Jalan Limbangan, Gentong, Malangbong, hingga ke Tasikmalaya. Hal itupun sudah diusulkan ke pusat. "Atau dibuat jalan layang di atas jalan yang ada," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X