Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/06/2017, 08:58 WIB
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan keluarganya memilih Hotel Tentrem sebagai akomodasinya selama berlibur di Yogyakarta, 28 Juni 2017 hingga 30 Juni 2017.

Public Relations Manager Hotel Tentrem, Nike Aristya Pujiastuti, mengatakan, Obama menginap di kamar tipe Presidential Suite, kamar terbaik di hotel yang beralamat di Jalan AM Sangaji No 72 A, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta ini.

Menurut rates card hotel tersebut, kamar tipe Presidential Suite dibanderol dengan tarif Rp 22 juta per malam. Untuk musim high season seperti saat ini, lanjut Nike, harganya bertambah 10 persen, sedangkan pada low season bisa dilepas dengan harga 10 persen lebih murah.

Menginap di satu-satunya kamar terbaik di Hotel Tentrem ini, Obama menikmati pelayanan super mewah. Salah satunya adalah layanan butler atau pelayan senior selama 24 jam penuh untuk melayani detail kebutuhan tamu sampai membereskan barang bawaan.

"Butler yang punya kualifikasi khusus," kata Nike saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/6/2017) siang.

(Baca juga: Mengintip Kamar Terbaik di Hotel Yogyakarta Tempat Obama Menginap)

Nike juga menjelaskan bahwa pengamanan di dalam hotel sangat ketat. Kontrol dipegang oleh US Secret Service yang berisi agen-agen pilihan sebagai perisai hidup Presiden ke-44 Amerika Serikat dan keluarganya ini.

"Pengamanan sesuai dengan standar US dan dikoordinasikan dengan pihak US dan (keamanan) Indonesia," tambahnya.

Para pegawai maupun manajemen hotel pun dilarang untuk mengambil gambar aktivitas Obama dan keluarganya selama menginap di hotel ini.

"Enggak bisa difoto, kan protapnya Secret Service," tuturnya.

(Baca juga: Saat Obama Kaget di Candi Borobudur...)

Sebelumnya Direktur Sido Muncul Group Irwan Hidayat mengungkapkan bahwa posisi Hotel Tentrem dinilai strategis karena dekat dengan jantung kota Yogyakarta, Malioboro maupun Bandara Adisutjipto.

Pilihan akomodasi Obama dan keluarganya ini sendiri sebenarnya tidak lepas dari peran Persatuan Diaspora Indonesia yang akan menggelar kongresnya di Jakarta Juli mendatang.

"Obama menginap di Presidential Suite ukuran kamarnya 273 meter persegi atau setara dengan 6 kamar lebih," kata Irwan dari Jepang, Rabu (28/6/2017).

 

Kompas TV Antara tahun 1967 hingga 1971, saat libur panjang, Obama kecil kerap berlibur ke Yogyakarta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.