Perjuangan Witri demi Kuliah S-2, Buka Warung Lotis Kejujuran hingga Les Silat

Kompas.com - 22/06/2017, 15:54 WIB
Hariwitri Suwanto saat melayani pelanggannya di kampusnya, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Selasa (9/5/2017). M Wismabrata/KOMPAS.comHariwitri Suwanto saat melayani pelanggannya di kampusnya, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Selasa (9/5/2017).
|
EditorCaroline Damanik

SOLO, KOMPAS.com - Hariwitri Suwanto merasa menempuh jenjang pendidikan setinggi tingginya adalah hal yang mutlak untuk menggapai cita-cita hidupnya. Biaya pendidikan yang mahal, khususnya untuk jenjang Strata 2 (S-2), tidak menyurutkan nyalinya.

Berjualan lotis di kampus dan di sekolah untuk sekedar menambah pendapatan Witri jalani. Pemuda asal Desa Plupuh RT 2/ RW 1, Gentanbanaran, Sragen, Jawa Tengah tersebut saat ini tercatat sebagai mahasiswa S2 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Biaya per semester sekitar Rp 6,05 juta harus ditanggung Witri. Gaji sebagai guru olahraga di SMA Muhammadiyah 1 Sragen masih belum mencukupi biaya pendidikan S-2-nya.

"Modal setiap jualan rata-rata Rp 150.000. Berangkat kuliah sudah saya siapkan buah buahnya dan bumbunya. Lalu sesampainya di kampus, saya jualan terlebih dahulu dan usia selesai kelas, biasanya saya keliling sekolah sekolah di sekitar kampus atau pas perjalanan saya pulang," kata Witri.

Alasan dirinya berjualah buah segar dan lotis sangat sederhana. Menurut dia, berjualan buah bisa membantu orang lain untuk hidup sehat dengan mengkonsumsi buah-buahan.

"Ide awalnya saat berpikir untuk mencari tambahan biaya sekolah, namun tidak menggangu kuliah. Target saya 2018 harus sudah rampung kuliahnya," kata Witri.

(Baca juga: Ketika Jokowi Berdialog dengan Siswa SMP yang "Ngapak")

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bujangan asal Sragen tersebut pun mengaku tidak malu atau gengsi. Bahkan dirinya merasa bangga bisa membiayai sekolahnya tanpa merepotkan keluarganya yang bekerja sebagai petani. Rata-rata tiap hari dirinya bisa mendapatkan untuk Rp 50.000.

Witri menambahkan, selain berjualan buah, dirinya juga memberikan pelajaran les privat. Jika tidak habis, buah-buah yang masih segar dibagikan Witrike petugas keamanan atau office boy di kampus.

"Setelah banyak permintaan les, saya tidak tiap hari keliling jualan buah, hanya pas ada kelas saja. Biasanya ada yang minta les renang, voli, silat dan tenis," katanya, Kamis (22/6/2017).

Ingin ke Jepang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.