Ini Zona Merah Taksi "Online" di Yogyakarta

Kompas.com - 21/06/2017, 10:54 WIB
Sopir taksi online yang menjadi korban perlakukan tidak menyenangkan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Frikal (32) bersama pengurus Paguyuban Pengemudi Online Jogjakarta (PPOJ) saat membuat laporan di SPKT Polda DIY KOMPAS.com / Wijaya KusumaSopir taksi online yang menjadi korban perlakukan tidak menyenangkan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Frikal (32) bersama pengurus Paguyuban Pengemudi Online Jogjakarta (PPOJ) saat membuat laporan di SPKT Polda DIY
|
EditorReni Susanti

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - " Zona merah" adalah istilah yang dipakai untuk menamai suatu wilayah atau tempat dimana sopir taksi online dilarang mengambil penumpang.

Istilah zona merah ini mencuat ke publik setelah beberapa hari lalu terjadi peristiwa yang membuat heboh media sosial dan menuai keprihatinan. Dimana seorang sopir taksi "online" dituding mengambil penumpang di kawasan "zona merah", Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

(Baca juga: Sopir Taksi Online: Saya Sudah Teriak-teriak, Pak Jangan Masuk)

Lalu bagaimana hingga suatu tempat bisa menjadi zona merah dan dimana saja lokasinya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)?

Ketua Umum Paguyuban Pengemudi Online Jogjakarta (PPOJ) Muhtar Anshori mengatakan, zona merah adalah tempat-tempat terlarang bagi sopir taksi "online" untuk menjemput ataupun mengambil penumpang.

"Driver online tidak boleh mengambil penumpang di zona merah. Driver online boleh ke zona merah tetapi hanya mengantarkan penumpang," ujar Ketua Umum PPOJ, Muhtar Anshori saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/6/2017).

Anshori mengungkapkan, awalnya zona merah muncul setelah terjadi beberapa peristiwa di tempat-tempat umum tersebut. Akhirnya ada kesepakatan bahwa sopir taksi online dilarang mengambil penumpang di lokasi itu.

"Zona merah itu sebenarnya muncul karena ada kesepakatan setelah ada peristiwa," ucapnya.

(Baca juga: Ternyata, Sopir Taksi Online di Bandara Adisutjipto Tak Hanya Dipaksa Buka Baju...)

Namun, ada pula beberapa tempat zona merah berdasarkan peraturan dari pemerintah. Sehingga pihak otoritas di tempat itu melarang alat transportasi yang tidak memiliki izin khusus untuk beroperasi di lokasi tersebut.

"Di Bandara ada peraturannya sama seperti di terminal juga. Dishub (Dinas Perhubungan) mengeluarkan peraturan, bahkan perdanya juga ada. Yang boleh masuk terminal itu kan hanya bus, taksi pun tidak boleh," tuturnya.

Menurutnya, selama ini PPOJ tak henti-hentinya memberikan informasi dan mengingatkan kepada para sopir taksi online agar tidak melanggar kesepatan zona merah. Selain itu, untuk saling menghormati dengan sopir alat transportasi lainya yang ada di lokasi itu.

"Setahu saya untuk penumpang belum ada semacam pemberitahuan tentang zona merah itu," bebernya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X