Kompas.com - 19/06/2017, 17:28 WIB
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menyesalkan adanya tindakan spontan menghukum driver ojek berbasis online.

"Kami juga menyesalkan kejadian kemarin di area lobby pick up zone parkir utara," ujar Agus saat ditemui Kompas.com, Senin (19/6/2017).

Baca juga: Viral, Video Sopir Taksi "Online" Diberi Sanksi Buka Baju

Agus menyampaikan akan melakukan pengawasan ketat agar peristiwa seperti kemarin tidak terulang kembali. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi internal.

"Tindakan selanjutnya kami sudah memanggil yang terkait, empat perusahaan rent car dan taksi. Kami juga akan mengupayakan untuk melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait," ucapnya.

Ditegaskanya, pihaknya tidak mengizinkan kendaraan angkutan berbasis online untuk mengambil penumpang di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Sebab tidak ada kerja sama dengan pihak bandara.

"Kami tidak akan mengizinkan taksi online karena tidak ada kerja sama dengan kami. Namun kami juga memohon maaf atas kejadian kemarin," ucapnya.

Setiap angkutan darat yang hendak beroperasi di bandara harus memiliki izin dari pihak bandara. Hal itu sesuai dengan Pasal 129 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : SKEP/100/XI/1985 tentang Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara bahwa "Semua kegiatan usaha komersial di daerah Bandar Udara harus memiliki izin dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara, sesuai dengan ketentuan berlaku" dan diatur lebih lanjut dengan keputusan Direksi PT Angkasa Pura I (Persero) terkait Kegiatan Usaha di Lingkungan PT Angkasa Pura I (Persero).

"Kalau mengantar penumpang ke bandara boleh. Tapi tidak diizinkan mengambil penumpang di bandara," urainya.

Baca juga: Viral Sopir Taksi "Online" Dihukum Buka Baju, Ini Kata Angkasa Pura I

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk menertibkan land transportation di bandara. Hal itu dilakukan untuk memastikan, setelah turun dari bandara, pengguna jasa transportasi darat bisa terjamin keamanan dan kenyamananya.

"Setelah kami cek yang kemarin itu tidak punya SIM, ada bukti pada bulan Juni lalu ditilang, STNK-nya juga tidak valid, tidak punya KTP juga. Artinya ini membahayakan buat pengguna jasa kami, dan kami ingin melindungi customer supaya mereka aman," tegasnya.

Sementara itu, di media sosial juga muncul pengakuan dari driver kendaraan berbasis online yang menjadi korban hukuman membuka baju. Dalam video yang berdurasi 01.36 WIB tersebut, driver ojek online mengaku tidak berniat untuk mengambil penumpang di bandara. Bahkan penumpang sempat membelanya karena bukan salah driver.

"Saya sudah bilang bukan salah saya. Pelangganku juga sudah ngomong Pak kalau salah, ya saya yang disalahin," ujar driver tersebut di video.

Driver tersebut di video juga mengaku diminta untuk berteriak meminta maaf dan tidak akan mengulangi lagi mengambil penumpang di bandara.

"Ya, saya minta maaf, nggak narik lagi di bandara," katanya.

Kompas TV Angkut penumpang di bandara, seorang sopir taksi online dianiaya oleh sekelompok pria tak dikenal.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Regional
Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Regional
Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Regional
Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Regional
Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.