Aiman Witjaksono
Host & Produser Eksekutif Program AIMAN KompasTV

Host & Produser Eksekutif Program AIMAN | AIMAN setiap senin, Pukul 20.00 WIB di KompasTV

Direktur Sukses Ibu Kota yang Memilih Berkarya di Daerah

Kompas.com - 19/06/2017, 08:13 WIB
Bupati Trenggalek Emir Elestianto Dardak (latar depan, kanan) dan Arumi Bachsin ketika mengunjungi redaksi Kompas.com, Rabu (24/5/2017). Oik Yusuf/ KOMPAS.comBupati Trenggalek Emir Elestianto Dardak (latar depan, kanan) dan Arumi Bachsin ketika mengunjungi redaksi Kompas.com, Rabu (24/5/2017).
EditorHeru Margianto

Apa yang ada di benak Anda? Posisi Anda adalah Direktur BUMN di Jakarta. Gajinya Rp mencapai 100 juta setiap bulan. Dan, tiba-tiba Anda pindah ke daerah yang banyak orang pun tak tahu letaknya di mana.

Inilah yang terjadi di Trenggalek, Jawa Timur. Ngomong - ngomong, berapa dari Anda yang tidak tahu letak Trenggalek? Tunggu, jangan buka google map dulu. Apakah Anda punya ide Trenggalek itu ada di wilayah mana dan di sebelah mana?

Di mana letaknya?

Saya yakin banyak dari Anda tak tahu letak persisnya. Tapi, inilah faktanya. Trenggalek kini dipimpin oleh seorang bupati yang kariernya mulus di Jakarta.

Ratusan juta perbulan bisa ia dapatkan dari posisinya sebagai direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang keuangan.

Sementara, di sini gajinya tak lebih dari Rp 6 juta perbulan.

Tak henti disini, ia merupakan lulusan sekolah doktor di Jepang yang mempelajari subyek ekonomi studi pembangunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sang Bupati juga sempat mengambil pendidikan dan lulus dari universitas terkemuka di Inggris, Oxford University. Satu lagi, istrinya adalah pesohor yang tentu di bayangan kita lekat dengan kehidupan kota, utamanya Ibu Kota.

Apa yang Bapak cari?

Tak pernah tersampaikan

Lantas, apa yang terjadi dengannya di kota kecil itu? Yang bersangkutan pernah bercerita ke saya.

“Mas, saya ini sekarang hampir tidak punya quality time dengan keluarga?”
“Lho, kenapa?” tanya saya, “bukannya keluarga ada di kota yang sama dan setiap waktu bisa bertemu?”
“Iya, tapi bukan itu masalahnya?”
“Lalu apa?”

“Seringkali saat saya berkumpul bersama keluarga, misalnya saat nonton film bersama istri dan anak anak di rumah lewat jaringan internet, baru beberapa menit nonton, tiba - tiba saya mendapat kabar ada longsor di salah satu desa di Trenggalek. Saya katakan ke istri, saya harus ke sana. Saya pun bergegas. Saya khawatir ada korban di sana dan bagaimana penanganannya. Tapi saya ikhlas, meski 24 jam saya harus siaga memikirkan warga. Di sini, kalau bupatinya lalai, taruhannya nyawa warga. Benar ini!” dia meyakinkan saya.

“Dulu sesibuk- sibuknya menjadi Direktur BUMN,” ia melanjutkan, “di waktu libur saya full gunakan untuk keluarga, tapi sekali lagi saya ikhlas. Ada yang tidak bisa dibayar oleh apapun yaitu saat saya melihat warga tersenyum.”

Cerita di atas adalah cerita yang tidak pernah disampaikan. Hasil kerjanya terlihat membuahkan hasil.

Sejak bertahun - tahun lalu Kabupaten Trenggalek tidak pernah mendapat klasifikasi laporan keuangan yang baik. Setahun ia menjabat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan kabupaten ini.

Saya sempat bertanya, kenapa Anda mengatakan kalau Anda lalai sebagai pemimpin daerah, maka warga Anda tidak makan dan bahkan bisa meninggal?

Dia menjawab.

“Saya beruntung memiliki Wakil Bupati yang memiliki ide - ide cemerlang. Saya bersama dengan wakil membantuk pasukan pink. Pasukan pink inilah yang mencari warga di seantero Trenggalek yang butuh bantuan, mulai dari makanan, rumah dan yang tak kalah penting, ancaman dari bencana alam. Tahu luas Trenggalek mas? Dua kali Jakarta atau dua kali Singapura, tetapi medannya gunung, batu kapur, dan pantai selatan yang ombaknya besar. Longsor dan bencana alam lain yang kami khawatirkan.”

Yang dikhawatirkan tidak hanya soal bencana alam, tapi juga kemiskinan. Angka kemiskinan masih tinggi di Trenggalek, masih di atas rata-rata Indonesia dan Jawa Timur.

Dari 800 ribuan jiwa penduduk di Trenggalek, 200 ribu lebih masih perlu bantuan.

“Mereka tak makan. Kalau tetangga dan pemimpinnya lalai bayangkan ada 200 ribuan yang miskin dari 800 ribuan penghuninya,” ujar sang Bupati.

“Lalu, bagaimana memberi makan dan penghidupan mereka semua?” tanya saya.
“Inilah kreativitas dan seni yang saya dapatkan saat saya memimpin di sini meski baru setahun,” ia menjawab.

Bagaimana kisah sesungguhnya di sana?

Saya sajikan dalam AIMAN yang akan tayang pada Senin (19/6/2017) pukul 20.00 wib, hanya di KompasTV.

Simak saya dengan pasangan Bupati Termuda di Indonesia Emil Dardak dan Wakilnya Mochamad Nur Arifin dari Trenggalek, Jawa Timur.

Saya Aiman Witjaksono.

Salam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.