Tidak Semua Daerah Cocok dengan Kebijakan Sekolah Lima Hari

Kompas.com - 17/06/2017, 12:51 WIB
Ilustrasi siswa SMA KOMPAS/A HANDOKOIlustrasi siswa SMA
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diharapkan mempertimbangkan aspek keberagaman sebelum menetapkan kebijakan pendidikan lima hari sekolah dengan durasi delapan jam setiap harinya atau full day school. Sebab, tidak semua daerah di Indonesia bisa mengikuti kebijakan yang diatur dalam Peraturan Mendikbud nomor 23 tahun 2017 tersebut.

Di beberapa daerah, waktu sore hari dimanfaatkan siswa untuk membantu orang tuanya.

"Bahkan bekerja, kondisi beragam ini tentu tidak bisa disamakan," kata Penekun Kajian Pendidikan dan Anggota The James Coleman Associations Tatang Muttaqin, dalam diskusi bertajuk " Full Day School, Jadi?" di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

Tatang berpendapat bahwa lebih baik pemerintah memikirkan bagaimana agar sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi para siswa. Selain itu, juga memikirkan upaya optimalisasi peran guru sebagai pendidik, daripada memperpanjang waktu belajar.

"Bagaimana sekolah nyaman dan bagaimana peran guru," kata dia.

Senada dengan itu, Pengelola Sekolah Highscope Indonesia, Antarina F Amir menilai, kenyamanan bagi siswa merupakan faktor penting dalam pendidikan. Jika siswa merasa nyaman, siswa akan mudah menangkap materi yang disampaikan dalam proses belajar mengajar.

Target pendidikan untuk pengembangan karakter akan mudah dicapai.

"Atmosfer suasana belajar ini sangat. berdampak sekali," ujar Antarina.

Baca juga: "Pembuat Kebijakan Sekolah Lima Hari Coba Sesekali Turun ke Bawah..."

Kompas TV Mendikbud Wacanakan Sekolah 5 Hari Dalam Sepekan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X