Duel dengan Kawanan Perampok, Juragan Kuda Tewas

Kompas.com - 17/06/2017, 11:34 WIB
Abdul Waris 60 tahun, warga Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli Polewali Mandar Sulawesi Barat tewas setalah bergulat melawan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya Sabtu (17/6/2017) dinihari tadi. KOMPAS.com/JUNAEDIAbdul Waris 60 tahun, warga Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli Polewali Mandar Sulawesi Barat tewas setalah bergulat melawan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya Sabtu (17/6/2017) dinihari tadi.
|
EditorErlangga Djumena

MAMUJU TENGAH, KOMPAS.com -  Abdul Waris (60), seorang juragan kuda di Polewali Mandar, Sulawesi Barat tewas bersimbah darah di rumahnya setelah terlibat perkelahian dengan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Sabtu (17/6/2017) dinihari tadi.

Nurliah (55), istri korban mengatakan, perampok yang diperkirakan lebih dari dua orang ini masuk lewat pintu belakang.  Abdul sendiri tengah tertidur di ruang belakang tersebut.

Nurliah mengaku dirinya berada di kamar lain saat kawanan perampok menyatroni rumahnya. Dia menyebutkan, ia sempat mendengar suara keributan yang diduga korban sedang melakukan perlawanan terhadap para perampok.

Saat dirinya mendatangi kamar suaminya, kawanan perampok pun langsung mengancam dia

“Semua lampu-lampu dimatikan. Mereka minta uang hasil penjualan kuda sambil mengancam akan membunuh jika permintaan mereka ditolak,” ujar dia.

Karena ketakutan, Nurliah pun menyerahkan uang sebesar Rp 16 juta.

Uang tersebut merupakan hasil penjualan seekor kuda beberapa jam sebelum insiden pembunuhan ini terjadi.

Warga yang kaget mengetahui kejadian terbunuhnya korban langsung mendatangi lokasi untuk melihat langsung peristiwa yang menewaskan salah satu tetangga mereka itu.

Sejumlah kerabat korban termasuk putri korban yang mengetahui kejadian dan baru tiba dari rumah kerabatnya sontak histeris.

Aparat kepolisian beserta TNI yang tiba di TKP pun langsung menyisir seluruh bagian rumah hingga di luar halaman untuk mencari barang bukti.

Untuk keperluan otopsi, jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar.

Kepolisian menduga para pelaku mengetahui persis jika di rumah korban tersimpan uang belasan juta dari hasil penjualan kuda.

Sejumlah saksi-saksi di sekitar lokasi termasuk istri korban kini sedang dimintai keterangan untuk mengungkap kasus perampokan menjelang Lebaran ini.

Baca juga: Ada Kemiripan Perampokan Bank Jateng Ungaran dan Kasus di Daerah Lain



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X