AirNav Indonesia Selidiki Ketinggian Pesawat Susi Air yang Ditembak

Kompas.com - 17/06/2017, 05:12 WIB
dok Polda Papua Pesawat Susi Air jenis Pilatus PK-BVC saat dievakuasi ke parkiran apron Bandara Mulia, Jumat (16/5/2017).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav) Indonesia belum mendapat data pasti ketinggian pesawat Susi Air jenis Pilatus PK-BVC yang ditembak.

"Kita belum mendapatkan data pasti, intinya pada saat terbang ditembak dari bawah. Sehingga ada sebagian body pesawat bekas peluru," kata Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav) Indonesia, Novie Riyanto saat mengecek kesiapan Kantor Cabang Utama AirNav Indonesia, Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Jumat (16/6/2017).

Novie menegaskan, pihak KNKT sementara melakukan investigasi. Dimana, pesawat akan diperiksa secara keseluruhan untuk mengungkapnya.

"Di pesawat kan ada fligh line-nya, terus dilihat di radar. Kalau tertangkap di radar, kita lihat di titik mana ditembak. Barulah kita tahu di ketinggian berapa ditembak," tegasnya.

(Baca juga: Pesawat Susi Air Pilatus PK-BVC Mendarat Darurat karena Ditembak)

 

Terkait pembakan pesawat saat terbang, Novie meminta pihak terkait menangani masalah ini. Dimana, peristiwa ini sangat mengganggu dan mengancam keselamatan.

"Tidak bisa menangani sendirian, kita nanti akan bekerjasama dengan pihak-pihak lainnya, bekerjasama dengan TNI AU maupun KNKT," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Susi Air jenis Pilatus PK-BVC mendarat darurat di Bandara Kota Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (16/6/2017) sekitar pukul 09.20 WIT.

Pesawat tersebut membawa 8 penumpang yang terdiri atas 5 anggota Brimob dan 2 orang masyarakat sipil.

Peristiwa itu berawal sekitar pukul 08.50 WIT, pesawat Pilatus PK-BVC terbang dari Mulia menuju Distrik Lumo. Lalu pada pukul 9.20 WIT, pesawat Pilatus PK-BVC kembali mendarat di Bandara Mulia.

Namun pada saat landing, dengan jarang sekitar 300 meter dari apron, pilot mematikan mesin pesawat karena mengalami kempes di ban kanan.

Kemudian dengan bantuan aparat keamanan dan masyarakat, pesawat bisa dievakuasi dengan didorong menuju tempat parkir di apron pesawat dengan jarak sekitar 300 meter, pada pukul 10.04 WIT.

(Baca juga: Pilot Kena Serangan Jantung, Heli Berpenumpang Menteri PUPR Mendarat Darurat)

 

Setelah diperiksa oleh personel kepolisian, didapati lubang yang diduga akibat tembakan pada pelek ban roda sebelah kanan pesawat, serta terdapat sebuah lubang pada badan pesawat bagian bawah depan.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas penerbangan sempat terganggu selama sekitar 45 menit. Saat ini, penerbangan dapat kembali berjalan normal.

Kompas TV Pesawat Cessna Tergelincir di Bandara Pattimura

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReni Susanti
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X