Wakapolri: ISIS Coba Tembus Indonesia - Kompas.com

Wakapolri: ISIS Coba Tembus Indonesia

Kompas.com - 16/06/2017, 22:18 WIB
KOMPAS.com/Hendra Cipto Menteri Ristek Dikti Prof M Nasir Phd, Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin, Ketua Konsorsium PTN Se-KTI Prof Haji Masjaya, 29 rektor PTN se- Kawasan Timur Indonesia dan ribuan mahasiswa melakukan penandatanganan nota kesepahaman anti radikalisme dan anti teroris di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (16/6/2017).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Wakapolri), Komjen Polisi Syafruddin mengungkapkan, ISIS sudah mencoba masuk Indonesia setelah menguasai Marawi, Filipina.

Di Marawi, ISIS bergabung dengan kelompok-kelompok radikal bersenjata lainnya seperti kelompok Abu Sayyaf.

"ISIS sudah mencoba menembus Indonesia dengan mengacaukan sejumlah wilayah, seperti Poso, Maluku, Aceh, Papua. Tapi kita tetap mencegah dengan menjaga keutuhan NKRI," kata Syafruddin seusai penandatanganan MoU penolakan radikalisme dan anti terorisme di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (16/6/2017). 

(Baca juga: Terpikat ISIS dan Hijrah ke Suriah, Para WNI Ini Akhirnya Kecewa)

Dalam acara tersebut, Syafruddin juga menceritakan pilkada DKI Jakarta yang diwarnai polarisasi politik. Namun hal itu berhasil diredam dengan keberagaman. Keberagaman inilah yang bisa menjadi mesin penghancur ISIS.

"Fenomena ini sangat rawan bila dimanfaatkan oleh kalangan tertentu, karena bisa menimbulkan konflik. Manakah Indonesia yang dulu penuh toleransi dan gotong royong. Itulah senjata NKRI untuk cegah ISIS," ungkapnya.

"Karena tanpa persatuan, perbedaan agama, suku, yang kaya dan miskin adalah jembatan kekuatan asing masuk wilayah NKRI. Makanya waspadalah," tuturnya.

(Baca juga: UNHCR: ISIS Pakai 100.000 Warga di Mosul Jadi Perisai Manusia)

Kompas TV Mendadak Khilafah - Aiman (Bag 1)


EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan
Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Megapolitan
Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Megapolitan

Close Ads X