Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/06/2017, 07:04 WIB
|
EditorErlangga Djumena

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – A,pegawai negeri sipil dan S satuan pengamanan pada sebuah perusahaan pegadaian di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, harus berurusan dengan Kepolisian Resor Tarakan akibat ujaran kebencian di media sosial.

Rabu (14/6/2017) sore lalu, A dan S diperiksa Jahtanras Polres Tarakan setelah menulis status yang mengandung hinaan kepada Polri di Facebook.

“Kami memeriksa keduanya setelah mengunggah konten ujaran kebencian itu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tarakan, Ajun Komisaris Polisi Choirul Yusuf, Kamis (15/6/2017).

Awalnya, polisi lalu lintas menegur A lantaran berhenti di depan waralaba KFC yang berada di samping sebuah halte Plaza THM. Polisi menegaskan di situ merupakan area dilarang parkir dan A diminta memindahkan mobilnya masuk ke area parkir plaza.

Namun A tidak mengindahkan teguran itu. PNS ini beralasan berhenti hanya sebentar untuk mengambil baterai komputer jinjing yang dipesan di sebuah toko komputer di dalam THM. Polisi pun menilang A.

A keberatan ditilang polisi. A kemudian menulis status pada sebuah forum jual beli di FB, Sabtu (9/6/2017).

“Polantas menilang karena itu pelanggaran. Ia keberatan dan menuliskan kekesalannya di FB,” kata Choirul.

Pada sebuah forum jual beli FB, A menulis, “Sore2 kena tilang karna stop di tanda larangan p ditanya apa beda tanda larang P dan S dijawab sama aja.  Kok gitu lulus jadi polisi. Tidak bisa bedakan tanda larangan P dan S dasar polisi bodoh. Kita bikin coba ramaikan saja biar banyak yang baca, banyakan likenya aja biar lain tahu.“

Status itu berbalas. S dengan akun bernama Trio Langgeng membalas status A dengan tulisan: “p=polisi, s= sinting jdi itu lh maksut tnda P&S di jln, yg nilang tuh polisi sinting”.

Baca juga: Pria Ini Disebut Hina Presiden dan Kapolri di Facebook Sejak 2016

Polisi menemukan keberadaan keduanya beberapa hari kemudian lantas memeriksa mereka. Keduanya dinilai telah mengungkap ujaran kebencian melalui media sosial.

Polisi pun menjerat A dan S dengan pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

“Berikut kami mengamankan barang bukti berupa 1 handphone Samsung dan 1 akun FB milik A,  1 handphone Sony dan 1 buah akun FB dari S,” kata Choirul.

Belakangan keduanya mengaku menyesali perbuatannya dan telah meminta maaf. Menurut Choirul, keduanya telah dimaafkan namun proses hukum tetap berjalan. “Keduanya tidak ditahan dan hanya wajib lapor,” kata Choirul.

Menanggapi kasus ujaran kebencian ini, Direktur Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kaltim, Komisaris Besar Polisi Hilman mengatakan, masyarakat harus belajar lebih bijak memanfaatkan medsos. Termasuk bila warga merasa dirugikan oleh oknum polisi.

Banyak jalur untuk mengadukan oknum atas pelanggaran etika maupun hukum. Sebaliknya, curhat lewat medsos sering kali berbalik merugikan warga sendiri, terlebih bila curhat berupa ujaran kebencian.

“Ada aturannya agar warga bisa melaporkan tindakan pelanggaran itu. Di polisi itukan ada fungsi pengawasan internal dan eksternal. Bisa melapor ke sana,” kata Hilman.

Baca juga: Selama Buron, Pembunuh Calon Pengantin Pantau Berita Via Facebook

Kompas TV Polisi Tangkap Penghina Presiden dan Kapolri di Medsos

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.