Bupati Ponorogo Sebut "Full Day School" Tidak Cocok Untuk Rakyatnya

Kompas.com - 15/06/2017, 22:02 WIB
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni memberikan penjelasan kepada wartawan terkait program full day school di rumah dinasnya, Rabu (14/6/2017). KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiBupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni memberikan penjelasan kepada wartawan terkait program full day school di rumah dinasnya, Rabu (14/6/2017).
|
EditorReni Susanti

PONOROGO, KOMPAS.comBupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menyatakan, program full day school tidak cocok diterapkan bagi rakyat di wilayahnya. Program Kementerian Pendidikan itu hanya cocok untuk di kota-kota besar.

"Progam itu tidak cocok di Ponorogo lantaran budaya kami belum sampai di sana. Orang-orang Ponorogo sebagian tinggal di pedesaan. Keintiman hubungan anak dan keluarga cukup akrab. Sehingga pendidikan sudah dilaksanan di rumah masing-masing," kata Bupati Ipong, Rabu (14/6/2017) malam.

(Baca juga:  Orangtua di Aceh Khawatir Full Day School Ganggu Waktu Anak Mengaji)

 

Menurut Ipong, full day school itu ide dasarnya diterapkan di kota-kota besar lantaran padatnya arus lalu lintas. Waktu yang dibutuhkan anak untuk bolak-balik dari sekolah ke rumahnya cukup panjang.

"Kalau di Ponorogo semuanya terjangkau dengan cukup. Jadi menurut saya nggak cocok," kata Ipong.

Ipong mengatakan, kondisi pelaksanaan jam belajar saat ini sudah keteteran lantaran sarana yang masih terbatas dan dana bantuan operasional sekolah (BOS) kerap turun terlambat.

(Baca juga: Bupati Malang: Kalau di Desa Jangan Full Day School)

Kendati demikian, Ipong setuju pemberlakuan full day school  bila kementerian sudah menyiapkan sarana dan prasarananya. Menurutnya, Pemkab Ponorogo akan melaksanakan bila program itu menjadi kebijakan pemerintah pusat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X