Kerja Keras Anak Piatu Miskin Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi UGM

Kompas.com - 15/06/2017, 03:30 WIB
Lisa Paputungan dan ayahnya Isnan Paputungan saat dirumahnya di Desa Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. (Foto dokumentasi Humas UGM) KOMPAS.com / Wijaya KusumaLisa Paputungan dan ayahnya Isnan Paputungan saat dirumahnya di Desa Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. (Foto dokumentasi Humas UGM)
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Di sebuah kursi sofa yang lusuh, tangan Lisa Paputungan memeluk erat tubuh ayahnya, Isnan Paputungan (76).

Mata Isnan tampak berkaca-kaca mendengar putrinya semata wayang, Lisa Paputungan diterima di perguruan melalui jalur bidikmisi dan tanpa harus mengeluarkan biaya kuliah sepeser pun.

Isnan senang sekaligus sedih. Terbayang di benaknya ia akan jarang bertemu dengan putrinya. Sebab Lisa harus menempuh pendidikan perguruan tinggi di Yogyakarta, yakni UGM.

"Saya senang, saya ingatkan agar Lisa selalu tetap bersyukur," kata Isnan seperti dalam pers rilis humas UGM, Rabu (14/06/2017).

Baca juga: Perjuangan Anak Satpam Bisa Kuliah di UGM dengan Keterbatasan Ekonomi

Seraya menggenggam ujung tongkatnya dengan sedikit gemetar, Isnan bercerita bahwa sejak usia 8 tahun, Lisa harus kehilangan ibunya, Tenti Paputungan yang meninggal dunia.

Lisa pun harus tinggal dengannya di sebuah rumah sederhana di Desa Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara.

Kehidupan Lisa dan ayahnya penuh perjuangan. Isnan yang sudah tua mulai sakit-sakitan. Bahkan beberapa bulan ini, pria lanjut usia ini sudah dipasang kateter akibat sakit prostat yang dideritanya selama puluhan tahun.

Keduanya hidup dalam segala keterbatasan dan miskin. Sehari-hari Lisa dan ayahnya hanya mengandalkan hasil dari kebun kopra.

"Karena butuh biaya untuk berobat, kebun kopra satu satunya terpaksa harus saya dijual," tuturnya.

Seiring tubuhnya yang sudah mulai sakit-sakitan, Isnan menitipkan Lisa untuk diasuh oleh adik perempuan dari keluarga ibunya, Masita Paputungan. Masa kecil Lisa dihabiskan dengan hidup menumpang di rumah bibinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X