SBY: Angka Kemiskinan Indonesia Relatif Cukup Tinggi...

Kompas.com - 14/06/2017, 11:02 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi sambutan di acara Rakernas Partai Demokrat di Mataram, NTB, Senin (8/5/2017). Rakhmat Nur Hakim/Kompas.comKetua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi sambutan di acara Rakernas Partai Demokrat di Mataram, NTB, Senin (8/5/2017).
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintah serius mengatasi persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial.  Ia menilai, angka kemiskinan di Indonesia saat ini masih terbilang tinggi.

"Angka kemiskinan relatif cukup tinggi. Di era saya dulu, tahun 2007 terus turun dan makin kecil. Dari 250 juta angka itu masih tinggi. Tugas negara dan kita semua bersama menurunkan angka itu," kata SBY di sela Safari Ramadhan di Semarang, Selasa (13/6/2017) petang.

SBY mengatakan, masalah mendasar bangsa Indonesia adalah kemiskinan dan ketimpangan sosial. Masalah itu juga terjadi di negara-negara lain.

Berdasarkan catatan BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2016 adalah 27,76 juta jiwa atau 10,7 persen dari total penduduk Indonesia.  Angka ini turun dibandingkan Maret 2016 sebesar 10,86 persen.

Baca juga: Tekan Kemiskinan di Bawah 10 Persen pada 2018, Apa Langkah Pemerintah?

Presiden RI keenam itu mengingatkan bahwa kesenjangan bisa muncul melalui pertumbuhan ekonomi negara. Ketika pertumbuhan naik, kesenjangan sosial juga melebar.

"Lalu ketimpangan (kesenjangan) sosial ekonomi. Ini penyakit negara emerging economy. 10 tahun lalu, rata-rata pertumbuhan 6 persen maka kesenjangan melebar," ujar purnawirawan TNI ini.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Menurut SBY, tugas pengentasan kemiskinan utama adalah tugas negara dan pemerintah. Para pejabat negara disumpah untuk melakukan apa aja agar kemiskinan bisa dikurangi.

"Mengurangi kemiskinan itu pertama tugas negara dan Pemerintah," kata dia.

Demokrat pun mengingatkan Pemerintah agar metode penanggulangan kemiskinan tidak terus berorientasi pada sifat duniawi atau benda. Namun pengentasan harus mengangkat harkat dan moralitas mereka yang tidak mampu.

"Jadi bukan hanya serba benda, bukan infrastruktur, bukan hanya materi, tapi manusia. Tapi harkat dan martabat yang miskin dan belum mampu," ucapnya.

"Pengentasan kemiskinan dulu masif, saran kita jangan dikendurkan, apalagi dihilangkan," tambah dia.

Baca juga: SBY: Demokrat Tersinggung kalau Dianggap "Mualaf" dalam Menjaga Pancasila

Kompas TV Hidup dibawah garis kemiskinan dialami sebuah keluarga di Sukabumi Jawa Barat. 10 orang anggota keluarga mendiami rumah berukuran kecil dengan kondisi yang nyaris ambruk.Selain itu, untuk makan sehari hari keluarga ini hanya mengandalkan nasi aking dan 2 bungkus mie instan untuk memberikan sarapan kepada ke 8 anak yang semuanya telah putus sekolah.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Regional
Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Regional
Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Regional
Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Regional
Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Regional
Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X