Tolak "Full Day School", Ketum PPP Segera Ajukan "Judicial Review"

Kompas.com - 13/06/2017, 20:38 WIB
Gus Romi saat mengunjungi Pondok Pesantren Azzuhriyah, Kalikabong, Purbalingga, Selasa (13/6/2017). KOMPAS.com/Iqbal FahmiGus Romi saat mengunjungi Pondok Pesantren Azzuhriyah, Kalikabong, Purbalingga, Selasa (13/6/2017).
|
EditorReni Susanti

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy MT dengan tegas menolak kebijakan pemerintah untuk menerapkan full day school.

Untuk itu, dalam minggu ini, pihaknya akan mengajukan judicial review kepada Mahkamah Agung (MA) atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang mengatur kebijakan tersebut.

Menurut anggota Komisi XI DPR RI yang akrab disapa Gus Romy ini, kebijakan full day school berpotensi merusak implementasi sila pertama Pancasila karena mengubah pola belajar agama anak.

(Baca juga:  Orangtua di Aceh Khawatir Full Day School Ganggu Waktu Anak Mengaji)

“Kalau konsep full day schoolini dipertahankan dan dipaksakan, siswa didik akan kehilangan waktu untuk belajar agama," katanya saat mengunjungi Pondok Pesantren Azzuhriyah, Kalikabong, Purbalingga, Selasa (13/6/2017).

"Bagaimana tidak, mereka (siswa) akan lelah karena dipaksa berada di sekolah lima hari dari pagi sampai pukul 16.00. Jika sudah lelah, mereka tidak punya waktu lagi untuk belajar agama,” tambahnya.

Hal tersebut, sambung Romi, diamatinya dari pola didik kebanyakan siswa di Indonesia. Biasanya, setelah pulang sekolah, siswa akan melanjutkan belajar agama di lembaga pendidikan non-formal seperti madrasah diniyah, TPQ, dan Madrasah Iqra.

“Dan kami khawatir, full day school menghabiskan waktu anak didik untuk menjalankan dan mendalami agama. Padahal ketika siswa belajar agama itu salah satu aplikasi dari sila pertama Pancasila,” tegasnya. 

(Baca juga: Konsep Full-Day School, 15.000 Sekolah Ditargetkan Punya Pendidikan Karakter)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Regional
BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Regional
Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X