Melihat Al Quran Tulisan Tangan Pangeran Diponegoro di Menoreh

Kompas.com - 13/06/2017, 16:21 WIB
Al Quran yang konon ditulis tangan oleh Pangeran Diponegoro, antara tahun 1825-1830 silam. Disimpan di Ponpes Nurul Falah, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kompas.com/Ika FitrianaAl Quran yang konon ditulis tangan oleh Pangeran Diponegoro, antara tahun 1825-1830 silam. Disimpan di Ponpes Nurul Falah, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebuah Al Quran yang konon merupakan peninggalan pahlawan nasional Pangeran Diponegoro masih tersimpan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Falah, Dusun Kemal, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

Masyarakat masih bisa melihat kitab suci umat Islam yang berusia ratusan tahun ini.

Tak sulit menjangkau Ponpes Nurul Falah karena dekat dengan Jalan Raya Salaman-Borobudur atau sekitar empat kilometer dari Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Kabupaten Magelang.

Pengunjung yang ingin melihatnya harus meminta izin terlebih dahulu kepada pengasuh Ponpes, KH Ahmad Nur Shodiq.

Al Quran ini disimpan rapi berjajar dengan kitab-kitab lainnya di lemari ruang tamu pesantren. Seseorang yang hendak mengambil atau menyentuhnya harus berwudhu terlebih dahulu. Hal yang sama juga harus dilakukan untuk Al Quran pada umumnya.

"Mengambilnya harus ekstra hati-hati, membukanya juga harus pelan-pelan karena kertasnya sudah sangat rapuh. Karenanya Al Quran ini jarang dipakai meski masih bisa jelas dibaca," ujar pengasuh Ponpes Nurul Falah, KH Ahmad Nur Shodiq, kepada Kompas.com saat bertandang ke ponpes tersebut, belum lama ini.

Baca juga: Tadarus dengan Al Quran Raksasa di Banyuwangi

Nur Shodiq menuturkan, berdasarkan cerita orangtuanya secara turun-temurun, Al Quran setebal sekitar 15 sentimeter itu merupakan peninggalan Pangeran Diponegoro. Persis di depan ponpes itu terdapat Masjid Langgar Agung yang merupakan petilasan Pangeran Diponegoro ketika bermujahadah sekaligus bersembunyi dari kejaran penjajah Belanda, antara tahun 1825-1830 silam.

Berbeda dengan Al Quran era kini, tulisan Arab pada Al Quran ini konon ditulis tangan Pangeran Diponegoro sendiri.

Kompas.com/Ika Fitriana Al Quran yang konon ditulis tangan oleh Pangeran Diponegoro, antara tahun 1825-1830 silam. Disimpan di Ponpes Nurul Falah, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Wahyu-wahyu Allah itu ditulis menggunakan lidi pohon aren, dengan tinta yang tidak pernah pudar hingga sekarang.

"Kalau sampulnya asli kulit sapi. Tapi kalau kertasnya belum diketahui. Sampai saat ini masih diteliti para ahli," ucapnya.

Keyakinan bahwa Al Quran tersebut adalah peninggalan Pangeran Diponegoro juga dapat dilihat dari motif batik yang menghiasi setiap lembar kitab suci tersebut.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X