Kompas.com - 13/06/2017, 12:40 WIB
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat mengumumkan penetapan tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/6/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINWakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat mengumumkan penetapan tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang sejumlah ahli dan pakar di bidang hukum untuk menghadapi hak angket DPR terhadap lembaga antirasuah itu.

Hal itu menyusul sikap DPR yang akan terus melanjutkan hak angket dan juga memanggil sejumlah ahli hukum tata negara.

"Kami mengundang (pakar hukum), sudah barang tentu karena kami perlu masukan dari mereka, terutama langkah apa saja yang perlu dilakukan agar langkah yang dilakukan nanti tidak bertentangan dengan hukum yang ada," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, seusai membuka pelatihan "Saya, Perempuan Anti-Korupsi" di Hotel Phoenix, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, Selasa (13/7/2017).

Baca juga: Hak Angket Dipandang Sebagai Bentuk Perlawanan Balik Koruptor

Basaria mencontohkan, beberapa ahli ada yang berpendapat tidak perlu datang, namun ada pula yang menilai KPK harus datang ke pansus hak angket DPR nanti.

Menurutnya, masukan dari para ahli itu nantinya akan ditampung untuk dibuat menjadi keputusan agar KPK tidak salah bertindak dalam menghadapi hak angket DPR itu.

"Kami sedang mengundang, 2-3 hari ini, nanti kami buat kesimpulan," ucap Basaria.

Basaria berharap, hak angket DPR itu urung terwujud lantaran hanya menghabiskan tenaga, waktu, dan pikiran. Ia menilai, masih banyak tugas utama KPK dalam pemberantasan korupsi yang masih belum dikerjakan sampai saat ini.

"Harapan kami tidak jadi (hak angket), sehingga tidak buang waktu untuk itu. Kami lebih bagus memikirkan langkah penindakan atau pencegahan yang dilakukan KPK," tutur Basaria.

Namun, kata Basaria, pihaknya tetap menghormati sikap dan kewenangan DPR itu. Sebagai lembaga penegak hukum, pihaknya pun tidak akan mempersoalkan langkah-langkah yang dilakukan DPR sepanjang tidak keluar dari aturan dan undang-undang yang berlaku.

"Kami tidak ada yang dikhawatirkan, apa yang harus dikhawatirkan, sama sekali tidak ada, misalnya ada sesuatu yang harus ditanyakan kita tidak pernah merasa berbuat apa-apa," ujar Basaria.

Baca juga: Petisi Tolak Hak Angket KPK Capai 41.839 Pendukung

Basaria mengaku pihaknya mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat dalam menghadapi hak angket DPR meski bentuknya hanya berupa masukan. Menurutnya, masukan yang diberikan kepada KPK itu lebih baik ketimbang harus melakukan aksi unjuk rasa.

"Dukungan untuk kami sangat cukup. Tapi bukan masalah ada dukungan atau tidak, yang kami pikirkan saat ini itu langkah-langkah apa yang harus dilakukan kalau itu (hak angket) memang harus tetap dilakukan," ucap Basaria.

Kompas TV Hak Angket, Lemahkan KPK? - Dua Arah (Bag 4)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.