Kompas.com - 13/06/2017, 09:09 WIB
Ilustrasi sekolah KOMPAS.com/JunaediIlustrasi sekolah
|
EditorErlangga Djumena

BONDOWOSO, KOMPAS.com - Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Amin Said Husni, menilai, kebijakan sekolah lima hari yang akan diterapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy perlu ditinjau ulang. Sebab, kebijakan itu masih belum dikaji secara menyeluruh.

"Saya melihat kebijakan sekolah lima hari itu masih banyak bolong-bolongnya. Tidak perlu menjadi pakar pendidikan dulu untuk menemukan banyak kelemahan dari kebijakan tersebut," ucap Amin, Selasa (13/6/2017).

Menurut Amin, gagasan sekolah lima hari itu muncul dari beberapa hal. Di antaranya, banyaknya masalah di kawasan perkotaan, seperti anak jadi nakal karena pulang sekolah, tidak bertemu dengan orang tuanya karena sibuk kerja.

"Ini kan masalah khas di perkotaan tapi solusinya mau diterapkan secara nasional. Kalau yang sakit orang kota, masak semua orang harus minum obat? Bisa-bisa keracunan obat," cetusnya.

Kemudian, pembuat kebijakan sekolah lima hari jangan menganggap semua kualitas sekolah di Indonesia fasilitasnya lengkap dan serba nyaman.

"Coba sesekali turun ke bawah biar melihat secara langsung, jangan sekolah- sekolah yang bagus saja yang dilihat. Faktanya, sekolah-sekolah di pinggiran kota saja beda kualitasnya dengan di kota, apalagi yang di perdesaan. Belum lagi di wilayah pedalaman. Apalagi yang di daerah terpencil, tertinggal, atau di wilayah terluar. Inilah kesalahan fatal dari asumsi kebijakan ini," kata Amin.

Yang paling parah, kata dia, jika kebijakan itu benar-benar diberlakukan, maka madrasah diniyah (madin) bisa gulung tikar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Wassalam sudah, kalau anak-anak masuk sekolah sampai jam 4 sore, terus kapan waktu untuk madinnya? Memang ada anjuran agar sekolah bersinergi dengan madin. Tapi apakah sesimpel itu? Pernak pernik di lapangan sangatlah kompleks. Kondisi di daerah sangatlah beragam. Tidak sesimpel yang dianjurkan itu," ucapnya.

Untuk itulah, Amin berharap, agar kebijakan itu sebaiknya dikaji ulang, dan tidak terburu-buru untuk menerapkannya.

"Tentu sangat lah naif kalau kita beranggapan bahwa lembaga negara sekaliber Kemendikbud memproduksi sebuah kebijakan, tanpa berlandaskan hasil kajian yang matang dan komprehensif. Terlebih lagi ini menyangkut pendidikan anak bangsa," sebut Amin.

Baca juga: MUI Minta Mendikbud Kaji Ulang Kebijakan Sekolah Lima Hari

Kompas TV Mendikbud Wacanakan Sekolah 5 Hari Dalam Sepekan



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.