Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Putus Jalur Transportasi Warga di Pulau Ambon

Kompas.com - 12/06/2017, 21:20 WIB
Rahmat Rahman Patty

Penulis

AMBON, KOMPAS.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Ambon ikut memutus jalur transportasi darat yang menghubungkan Kecamatan Leihitu dengan Kota Ambon, Senin (12/6/2017).

Banjir yang terjadi di Dusun Mamua, Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon memaksa warga yang hendak melewati jalur tersebut harus tertahan karena kuatnya arus banjir yang meluap dari sebuah sungai di dusun itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, banjir di dusun tersebut menyebabkan warga di Kecamatan Leihitu yang hendak bepergian ke Ambon maupun sebaliknya terpaksa balik arah.

“Ada tadi yang memaksa melewati tapi karena arusnya sangat kuat terpaksa mereka balik,” ujar Abdullah, salah satu warga setempat saat dihubungi Senin petang.

(Baca juga: Tim SAR Masih Cari Dua Korban Banjir Ambon)

 

Dia mengaku, derasnya hujan yang mengguyur kawasan itu membuat kendaraan sulit untuk melewati jalan tersebut. Pengendara mengaku khawatir, karena banjir membawa materil batuan dari hulu sungai.

"Tadi sampai beberapa jam tidak bisa lewat. Saat ini karena sudah surut, kendaraan sudah bisa lewat kembali,” ungkapnya.

(Baca juga: Ibu Hamil Korban Banjir Ambon Ditemukan Tewas)

Dusun Mamua merupakan salah satu daerah yang paling rawan banjir. Kawasan ini pernah dilanda banjir bandang hampir setiap tahunnya. Banjir bandang yang terjadi di dusun itu merusak puluhan rumah warga. 

Kompas TV Petugas terus berupaya mendorong mobil yang mogok karena terendam banjir.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com