Pertahankan Jabatan, Kepala Sekolah Setor Upeti Rp 10 Juta ke Bupati Klaten

Kompas.com - 12/06/2017, 17:05 WIB
Bupati Klaten non aktif Sri Hartini Kompascom/Nazar NurdinBupati Klaten non aktif Sri Hartini
|
EditorReni Susanti

SEMARANG, KOMPAS.com - Bupati Klaten non-aktif Sri Hartini diduga tak hanya menerima gratifikasi dari calon kepala sekolah dalam kasus jual beli jabatan. Sri juga dinilai menerima upeti dari para kepala sekolah yang ingin mempertahankan jabatannya.

Subandi, Kepala SMPN 1 Karangdowo Klaten mengungkapkan, ia menyetor uang Rp 10 juta. Uang itu disebutnya sebagai uang syukuran, yang diberikan untuk mempertahankan jabatannya.

"Saya beri Rp 10 juta," kata Subandi, di sela memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (12/6/2017).

(Baca juga: Uang Syukuran dalam Kasus Suap Rp 12,1 Miliar untuk Bupati Klaten)

 

Selain menyetor, Subandi juga berperan mengumpulkan uang syukuran dari para kepala SMP yang hendak mempertahankan jabatannya. Peran itu dilakukannya karena ia juga menjabat Ketua Subrayon Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.

Subandi menjelaskan, uang syukuran dari tiap kepala sekolah berkisar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. Uang syukuran diberikan agar mereka tidak dicopot dari jabatannya. "Total ada 6 kepala sekolah, per orang Rp 10 juta sampai Rp 20 juta," kata Subandi.

Wiyarto, Kepala SMPN 6 Klaten menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan, uang syukuran diberikan untuk mempertahankan jabatannya. Uang tersebut dititipkan ke Kepala Bidang SD Disdik Klaten Bambang Teguh Satya.

Uang gratifikasi yang diberikan bervariasi antara Rp 10 juta hingga Rp 30 juta. "Dititipkan Pak Bambang," ujar saksi. 

(Baca juga: Didakwa Terima Suap Rp 12,1 Miliar, Bupati Klaten Minta Keadilan)

Terdakwa Sri membantah keterangan para saksi. Diberitakan sebelumnya, Sri Hartini didakwa menerima gratifikasi dari 34 kepala sekolah dan guru yang hendak diangkat menjadi kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Klaten.

Jaksa KPK Afni Carolina menduga uang gratifikasi yang diterima dari instansi pendidikan berjumlah Rp 2,04 miliar. Sementara dari kasus jual beli jabatan, gratifikasi, dari 148 kepala desa dan kasus lain berjumlah sekitar Rp 12,1 Miliar.

Hari ini, ada 16 saksi yang diperiksa sebagai saksi. Dari jumlah itu, 14 di antaranya adalah saksi PNS. Mereka antara lain Subandi, Riyanto, Supriyanto, Aji Ismoyo, dan Endang Ningsih.

(Baca juga: Kasus Bupati Klaten, 14 PNS dan 1 Narapidana Diperiksa)

Lalu Sudarsih (kepala SMP), Widodo Indriyanto, Suyanto (Kepala SMP), Suramlan (Kasi SMP Dinas Pendidikan), Guntur Sri Wijayanto, Agustinus Budi Utomo, Bambang Teguh Satya (Kepala Bidang di Disdik Klaten), Sudirno, dan Kepala Disdik Klaten Pantoro.

Sementara dua pihak swasta yang diminta keterangan yaitu Sri Raharjo alias Jojon selaku Direktur CV Bintang Media, dan Dandi Ivan pihak swasta yang bergerak di penyewaan alat berat. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Regional
Sumpah Pengasong untuk Mandiri di Hari Sumpah Pemuda

Sumpah Pengasong untuk Mandiri di Hari Sumpah Pemuda

Regional
Video Viral Penumpang Pesawat Berjubel Bandara Makassar Tanpa Protokol Kesehatan, Ini Kata AP 1

Video Viral Penumpang Pesawat Berjubel Bandara Makassar Tanpa Protokol Kesehatan, Ini Kata AP 1

Regional
Kasus Baru Covid-19 di Kulon Progo Didominasi Kontak Erat Pelaku Perjalanan

Kasus Baru Covid-19 di Kulon Progo Didominasi Kontak Erat Pelaku Perjalanan

Regional
Satgas Covid-19 Kota Sorong Tindak 2.735 Pelanggar Kesehatan, Terkumpul Rp 48,3 Juta Denda

Satgas Covid-19 Kota Sorong Tindak 2.735 Pelanggar Kesehatan, Terkumpul Rp 48,3 Juta Denda

Regional
147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Menjelang Libur Panjang

147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Menjelang Libur Panjang

Regional
Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Regional
Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X