Makanan yang Mengandung Zat Berbahaya Masih Ditemukan di Yogyakarta

Kompas.com - 12/06/2017, 12:38 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO Petugas Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta menguji sampel makanan yang diambil dari pedagang makanan saat inspeksi mendadak di pusat jajanan Kampung Lima, di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (22/5). Pada kesempatan itu, banyak ditemukan bahan makanan yang mengandung boraks dan formalin.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Makanan dengan campuran bahan berbahaya masih ditemukan di sejumlah pedagang pasar tradisional Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Makanan tersebut dicampur dengan Rhodamin B yang berbahaya bagi kesehatan.

Staf Seksi Pemeriksaan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Sri Yuniati menyampaikan, pihaknya mengambil sampel sejumlah makanan yang biasanya dicampur bahan berbahaya. Seperti cendol, lanting, bakso, rengginan, moho, bleng cap Semar, kerupuk merah singkong, kerupuk singkong merah putih, selondok super, dan mi basah.

Baca juga: Sidak Makanan Takjil, BBPOM Temukan Sambel Kandungan Berbahaya


Setelah diperiksa di mobil pemeriksaan milik BPOM, makanan tersebut diketahui mengandung bahan kimia berbahaya, yakni Rhodamin B dan boraks.

"Dari 11 makanan yang diperiksa menggunakan test kit, ada 6 makanan yang mengandung bahan berbahaya menggunakan Rhodamin B dan boraks," katanya ditemui seusai melakukan pemeriksaan, Senin (12/6/2017).

Adapun makanan yang mengandung Rhodamin B, yakni lanting merah, rengginang, kerupuk singkong merah dan merah putih. Sementara bleng dua jenis mengandung boraks.

Merujuk WHO dan Peraturan Menteri Kesehatan tahun 1985, bahan-bahan tersebut dilarang digunakan untuk makanan. Rhodamin B berbahaya karena mengandung logam berat dan sifat kimiawinya. Pun demikian dengan boraks juga dilarang untuk makanan karena mengandung bahan pengawet untuk mayat.

Sri mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan lurah pasar agar memantau para penjual makanan.

"Kami akan berikan surat pernyataan untuk tidak menjual kembali bahan makanan tersebut. Karena lokasi kami jauh (tak bisa melakukan pemantauan setiap hari), maka kami bekerja sama dengan lurah pasar agar memantau," ucapnya.

Pantau harga bahan pokok

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Regional
Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Regional
Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X